Pencegahan Anemia Sejak Dini untuk Menekan Stunting di Aceh

Konten Media Partner
17 November 2022 9:05
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ibu-ibu di Banda Aceh membawa anak balitanya ke posyandu untuk memantau tumbuh kembang. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Ibu-ibu di Banda Aceh membawa anak balitanya ke posyandu untuk memantau tumbuh kembang. Foto: Suparta/acehkini
ADVERTISEMENT
Anemia pada ibu hamil dapat memunculkan kasus stunting pada Bayi Lima Tahun (Balita). Mencegah anemia bagi ibu dan remaja putri menjadi salah satu cara bagi Aceh untuk menekan angka stunting.
ADVERTISEMENT
"Apakah anemia pada ibu hamil itu dapat memunculkan kasus stunting pada anak balita, itu jelas," kata Junaidi, Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Aceh dalam keterangannya Rabu (16/11/2022).
Janin yang sehat bakal tumbuh apabila ibu dalam keadaan sehat, asupan gizinya baik dan bagus serta tidak mengalami anemia. Sebab, bayi dalam kandungan membutuhkan makanan yang cukup dari ibu.
Menurutnya, ibu akan mengalami anemia karena konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)-nya kurang, protein dan vitamin mineral juga kurang, sehingga ibu hamil ini tidak mampu memenuhi kebutuhan janinnya. Sehingga lahir anak yang Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dari ibu anemia, panjang badan juga di bawah normal.
"Inilah yang bakal menjadi cikal bakal anak stunting. Karena anak BBLR dan panjang badan di bawah normal, itu anak mudah sakit. Pertumbuhannya terhambat, menjadi stunting ke depan," jelas Junaidi.
ADVERTISEMENT
Menurut Junaidi, tingginya angka stunting di Aceh juga berkorelasi terhadap tingginya kasus anemia ibu hamil. Sebenarnya di dalam proses mencegah stunting ada sebuah tindakan yang dilakukan bagaimana memverifikasi calon pengantin tidak boleh mengalami anemia dan tidak boleh mengalami kurang energi kronik atau KEK.
"Harus diedukasi dulu calon pengantin sehingga ketika dia hamil dia siap mengelola kehamilannya dengan baik, hingga tidak terjadi kasus stunting baru," tuturnya.
Ia menyampaikan, pencegahan kasus anemia dan stunting harus ditekankan kepada semua pihak untuk melakukan aksi yang cepat tepat dan terarah kepada sasaran-sasaran yang dapat menyebabkan persoalan gizi.
Provinsi Aceh merupakan salah satu penyumbang stunting tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, angka prevalensi stunting di Aceh adalah 33,2 persen. Angka itu berada di posisi ketiga setelah Nusa Tenggara Timur (37,8 persen) dan Sulawesi Barat (33,8 persen).
ADVERTISEMENT
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh, Safrizal Rahman, mengatakan saat ini pemerintah termasuk di Aceh, sedang menggalakkan program pemberian kapsul vitamin Fe kepada remaja putri dan siswi untuk cegah stunting sejak dini. Namun, pengetahuan siswi tersebut terkait pentingnya mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) itu dinilai belum cukup.
"Sehingga barangkali banyak siswi yang dibagi vitamin Fe itu tidak diminum, dia simpan karena rasanya tidak nyaman. Itu karena dasar pengetahuannya kurang," katanya.
Selain kepada remaja putri, program pemberian TTD itu juga diwajibkan kepada ibu hamil hingga ibu menyusui. Ibu hamil wajib mengkonsumsi lebih banyak selama sembilan bulan masa kehamilan dan harus ada kesadaran sendiri. Sebab, dampaknya sangat berbahaya untuk kualitas anaknya nanti. []
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020