kumparan
9 Okt 2019 23:31 WIB

Pidie Juara Umum Anugerah Pendidikan Hardikda Aceh 2019

Bupati Pidie, Roni Ahmad (berpeci merah) menerima piala juara umum sebagai Kabupaten Berprestasi dan Inovatif dalam Bidang Pendidikan Tahun 2019 se-Aceh pada malam resepsi dan anugerah pendidikan Hardikda ke-60. Foto: Dok. Disdik Aceh
Kabupaten Pidie berhasil meraih juara umum sebagai Kabupaten Berprestasi dan Inovatif dalam Bidang Pendidikan Tahun 2019 se-Aceh. Bupati Pidie, Roni Ahmad menerima langsung piala juara umum yang diserahkan Pemerintah Aceh diwakili oleh Asisten Asisten I Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Jafar.
ADVERTISEMENT
Penyerahan piagam penghargaan tersebut berlangsung pada Malam Resepsi dan Anugerah Pendidikan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-60 Tahun 2019 bertempat di Aula SMKN Banda Aceh, Selasa malam (8/10). M Jafar saat membaca sambutan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menyampaikan pemberian anugerah pendidikan sebagai wujud apresiasi Pemerintah Aceh, bagi mereka yang telah berprestasi.
“Oleh karena itu, saya mengajak para Bupati/Walikota se-Aceh mari kita secara kolektif kolegial untuk mencurahkan perhatian pada sektor pendidikan. Untuk sektor pendidikan, bila diukur dengan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Uji Kompetensi Guru (UKG) sampai dengan saat ini Aceh berada pada peringkat 23 secara nasional,” sebut Jafar.
Menurutnya, capaian indikator yang masih perlu mendapat perhatian serius, antara lain yaitu pendistribusian guru yang belum merata dan kekurangan guru produktif SMK yang masih menjadi masalah dan perlu dicari jalan keluar.
Dinas Pendidikan Aceh juga memberikan apresiasi kepada pelaku dan insan yang peduli pendidikan di Aceh pada malam resepsi dan anugerah pendidikan Hardikda 2019. Foto: Dok. Disdik Aceh
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD, mengatakan bahwa Pemerintah Aceh akan terus memfasilitasi berbagai kebutuhan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh, baik penyediaan infrastruktur, sarana prasarana serta penyediaan dan pembinaan kapasitas SDM para guru dan tenaga pendidik.
ADVERTISEMENT
“Tentunya dengan momen Hardikda ini akan dapat memunculkan beragam kearifan lokal yang ada di Aceh. Kearifan lokal harus dikolaborasi dengan kurikulum, sehingga masyarakat mengetahui sejarah. Contohnya Radio Rimba Raya yang ada di Aceh, itu harus menjadi sejarah untuk diingat dan diketahui,” ujarnya.
Rachmat menambahkan, seiring dengan upaya peningkatan hasil belajar siswa, pendidikan budi pekerti, perbaikan dan pembangunan karakter dan akhlak mulia generasi muda harus menjadi prioritas.
“Pendidikan Islami di Aceh hari ini harus menjadi ikon pendidikan karakter Aceh, karenanya hal ini harus semakin kita tingkatkan intensitasnya, sehingga cita-cita pelaksanaan Syariat Islam di Aceh memiliki akar yang kokoh pada jiwa dan kalbu generasi muda kita,” kata Rachmat.
Ia menyatakan pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pelaku pendidikan dan insan yang peduli pendidikan, atas dukungan dan peran sertanya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Aceh.[]
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan