kumparan
27 April 2019 18:49

Sempat Putus, Jalan Nasional Pidie-Aceh Barat Kembali Normal

Jalan nasional Beureunuen-Meulaboh sempat terputus akibat diterjang banjir, Kamis (25/4). Foto: Dok. BPBA
Jalan Nasional Beureunuen-Meulaboh yang menghubungkan Kabupaten Pidie dan Aceh Barat, Provinsi Aceh, kini kembali normal. Jalan itu sebelumnya putus total pada Kamis (25/4), usai diterjang banjir di Gampong Blang Bungong, Kecamatan Tangse, Pidie.
ADVERTISEMENT
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Dewan Ansari, menuturkan jalan nasional itu untuk sementara sudah normal kembali dan bisa dilewati kendaraan. Bahkan dua alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk memperbaiki jalan.
"Jalan di Blang Bungong kemarin sudah diperbaiki untuk bisa lewat saja. Sudah ada alat berat di sana," kata Dewan dihubungi Acehkini, Sabtu (27/4).
Petugas memperbaiki jalan menuju Gampong Ranto Panyang, Kecamatan Tangse. Foto: Dok. BPBD Pidie
Sementara, banjir disertai lumpur yang merendam 36 rumah di Kecamatan Tangse, berangsur surut.
Kendati demikian, Dewan menyebut masih ada 11 keluarga yang masih mengungsi di muenasah Gampong Ranto Panyang, karena takut kembali ke rumah.
"11 keluarga masih mengungsi sementara di meunasah gampong Ranto Panyang," kata Dewan.
BPBD Pidie telah menurunkan satu unit alat berat jenis backhoe ke Ranto Panyang untuk membersihkan material lumpur yang terbawa banjir. Selain itu, bantuan masa darurat juga sudah dikirimkan kepada korban banjir.
Petugas BPBD Pidie mendata rumah yang terkena dampak banjir. Foto: Dok. BPBD Pidie
"Bantuan kemarin sudah diserahkan oleh Dinas Sosial dan tadi pagi juga sudah diserahkan oleh BPBA," tutur Dewan.
ADVERTISEMENT
Dewan menambahkan, banjir disertai lumpur tersebut datang dari pegunungan. Menurut dia, kondisi itu diakibatkan banyaknya aktivitas penebangan liar di kawasan hutan Tangse.
"Yang kemarin kami lihat, material yang terbawa air dari gunung bebatuan dan kayu. Padahal pemerintah daerah selalu melarang penebangan liar," kata Dewan.
Rumah warga yang terkena dampak banjir lumpur di Kecamatan Tangse, Pidie, Aceh. Foto: Dok. BPBD Pidie
Sebelumnya, banjir disertai lumpur melanda tiga gampong di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh. Banjir terjadi usai hujan deras mengguyur daerah pegunungan itu sejak Kamis (25/4) siang.
Akibatnya sebanyak 36 rumah warga, satu pesantren, dan satu sepeda motor, terdampak banjir. Selain itu, satu tanggul sungai jebol dihantam arus deras.
Reporter: Habil Razali
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan