kumparan
KONTEN PUBLISHER
3 Maret 2019 21:40

Stunting bukan Hanya Soal Gizi

stunting4.jpeg
Wakil Ketua Umun Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati menandatangi deklarasi pencegahan dan penanganan stunting di Aceh, Minggu (3/3). Foto: Humas Aceh
Deklarasi Gerakan Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting (Geunting) yang dicanangkan oleh Pemerintah Aceh didukung penuh dari 23 Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh Aceh, bersama Unicef, sejumlah organisasi serta masyarakat secara umum. Prevelansi stunting di Aceh mencapai 37,9 persen, berada pada posisi ketiga tertinggi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Umum Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati menekankan perlu ikhtiar sungguh-sungguh untuk membebaskan anak Aceh dari ancaman stunting. “Tak cukup lagi hanya rencana-rencana. Kita galang kekuatan bersama,” katanya saat deklarasi Geunting di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu (3/3).
Menurut Dyah Erti, stunting bukan hanya soal gizi dan kesehatan, karena sektor itu hanya berkontribusi 30 persen pengaruh. “Adapun 70 persen penyebab stunting lainnya terkait sanitasi, pola pengasuhan, ketersediaan dan keamanan pangan, pendidikan, kemiskinan, dan situasi politik,” ungkapnya.
Dyah menggarisbawahi, stunting menjadi penyebab rendahnya kualitas sumber daya manusia untuk bersaing di tingkat global. Karena itu, Tim Penggerak PKK Aceh siap berada di garis depan untuk mengampanyekan gerakan pencegahan dan penanganan stunting. “Saya bersyukur, banyak pihak bersedia memberi komitmen,” katanya.
stunting5.jpeg
Kampanye pentingnya stunting di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu (3/3). Foto: Tim KSP
Deklarasi Geunting hanyalah awal dari komitmen secara formal. Yang penting upaya-upaya yang dilakukan setelah itu. Pada kesempatan tersebut, para pihak sepakat menjalankan tujuh poin deklarasi, sebagai berikut;
ADVERTISEMENT
1. Membuat regulasi untuk pelaksanaan gerakan pencegahan dan penanganan stunting.
2. Menggalang komitmen semua sektor dan seluruh laisan masyarakat.
3. Menggerakkan tokoh masyarakat, ulama, akademisi, aktivis, dunia usaha dan organisasi masyarakat untuk mendukung pencegahan stunting,
4. Menggalakkan seluruh masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat,
5. Memenuhi kebutuhan gizi hamil dan balita,
6. Memastikan setiap bayi mendapatkan ASI eksklusif dan ASI lanjutan hingga berusia dua tahun,
7. Memantau tumbuh kembang-anak dan pemberian imunisasi dasar lengkap.
Selain diikuti Gubernur, Ketua Tim Penggerak PKK, para kepala daerah dan Kantor Staf Presiden (KSP), Deklarasi Geunting juga dihadiri Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori, Direktur Gizi Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Dodi Iswardi, mantan Kepala BKKBN Fasli Jalal, Ahli gizi guru besar IPB Profesor Evy Damayanthi, serta Pakar Tumbuh Kembang dan Pediatrik Sosial Aceh, dr. T. M Thaib. []
ADVERTISEMENT
Acehkini
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan