kumparan
5 Apr 2019 21:54 WIB

Suasana Salat Jumat di Baitullah

Jamaah Jumat di jalanan dekat Masjidil Haram. Foto: Suparta/acehkini
Salat Jumat di depan Baitullah merupakan ibadah yang dinanti-nantikan para jamaah yang sedang melakukan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah.
ADVERTISEMENT
Momentum tersebut dimanfaatkan oleh 93 ulama, marbut, serta guru mengaji asal Aceh. Saat ini mereka sedang berada di Kota Mekkah, dalam rangkaian pelaksanaan Ibadah Umrah yang difasilitasi Surya Paloh melalui Partai Nasdem Aceh.
“Kalau mau dapat shaf di dalam Masjidil Haram, harus datang sebelum pukul 10,” kata Ahmad Efendi. Pemuda asal Lumajang, Jawa Timur ini sudah lima tahun menetap di Mekkah.
“Pukul 11, semua pintu akses ke Masjidil Haram akan ditutup,” tambah sosok yang menjadi pembimbing jemaah Umrah.
Masjidil Haram sehabis subuh. Foto: Suparta/acehkini
Suasana di salah pintu Masuk Masjidil Haram usai Insya. Foto: Suparta/acehkini
Pantaun Acehkini, sejak memasuki Magrib pada Kamis (4/4) sore, Masjidil Haram sudah menjadi lautan manusia. Mereka sudah memenuhi areal Ka'bah untuk melaksanakan tawaf serta sa’i.
Di area tawaf selalu sesak dengan manusia yang mengitari Ka'bah. Pemandangan ini tampak sebelum Magrib hingga jelang salat Jumat. Aktifitas mengelilingi Ka’bah hanya berhenti sesaat mejelang salat fardhu.
ADVERTISEMENT
Kesempatan salat Jumat di depan Baitullah dimanfaatkan dengan baik oleh jamaah asal Aceh. Sebagian sudah i’tikaf sejak magrib. Hanya keluar sebentar untuk makan serta sarapan.
Sebagain memanfaatkan ibadah umrah yang diniatkan untuk orang tua atau orang lain. Mereka mengambil miqat (tempat dimulai niat haji/umrah) di Masjid Tan’im, berjarak sekitar 7,5 KM dari Masjidil Haram.
Tawaf dan sa’i menjelang Isya.
Masjid Tan'im merupakan tempat Aisyah melakukan miqat ketika umrah. Oleh para jemaah, masjid ini sering juga disebut Masjid Aisyah.
Sama seperti para jamaah dari segala penjuru dunia, Jamaah Asal Aceh juga berharap pahala 100.000 lipat dengan melaksanakan salat di Masjidil Haram.
Para jemaah salat Jumat di luar Masjidil Haram. Foto: Suparta/acehkini
Seperti dikisahkan oleh Jabir RA, Rasulullah SAW pernah menyatakan dalam salah satu hadits, "Satu kali shalat di masjidku (Nabawi) ini lebih besar pahalanya dari seribu kali shalat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali salat di masjid lainnya."
ADVERTISEMENT
Reporter: Suparta
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·