kumparan
12 November 2019 18:07

Warga Aceh Dihebohkan Pria Berbaju Perempuan

WhatsApp Image 2019-11-12 at 17.06.12.jpeg
Pria yang memakai pakaian perempuan dalam video yang banyak beredar di media sosial. Foto: Screenshot
Pengguna media sosial di Aceh dihebohkan dengan sebuah video seorang laki-laki yang mengenakan baju daster seperti perempuan dan hijab. Selain itu, pria tersebut menutup bagian wajahnya dengan masker.
ADVERTISEMENT
Pria ini digerebek warga di sebuah halte bus. Disaksikan perempuan, laki-laki, hingga anak-anak, warga membuka penutup wajah dan jilbab yang dikenakan pria itu. Dia menutup bagian wajah ketika divideokan oleh warga.
Video ini pun beredar di berbagai akun di Instagram, grup WhatsApp, dan Facebook. Berbagai komentar keluar dari pengguna media sosial. Sebagian besar mereka menilai pemakaian pakaian perempuan itu disengaja dengan maksud tertentu.
ilustrasi cadar pixabay.jpg
Ilustrasi cadar. Foto: Pixabay
Lantas, di mana kejadian dalam video tersebut? Siapakah pria yang menyerupai perempuan tersebut?
Kapolsek Baiturrahman, Kota Banda Aceh, AKP Irwan, membenarkan kejadian di video yang beredar luas itu. Menurutnya, peristiwa itu terjadi Senin (11/11) kemarin, sekitar pukul 17.30 WIB, di Halte Trans Kutaraja, depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh.
ADVERTISEMENT
Tetapi, kata Irwan, pria yang memakai baju seperti perempuan itu merupakan orang stres. Selepas kejadian yang divideokan itu, pria tersebut lantas disuruh pulang ke rumahnya di Beurawe, Banda Aceh.
"Memang orang stres. Kemarin ada ibu-ibu yang menyuruh tukang becak untuk mengantar dia pulang, jangan di halte lagi," kata Irwan dihubungi acehkini, Selasa (12/11).
Loading Instagram...
Namun, Irwan tidak mengetahui pasti identitas pria tersebut. Tetapi, ia meyakini pria tersebut tidak melakukan perbuatan negatif. "Enggak diamankan, karena dia enggak berbuat apa-apa," kata dia, sembari menambahkan belum ada laporan ke Mapolsek Baiturrahman terkait kejadian itu.
Sementara, terkait fenomena crosshijaber yaitu laki-laki yang memakai jilbab dengan maksud tertentu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (WH/Polisi Syariah) Kota Banda Aceh, Hidayat, menyebut belum pernah terjadi di sana.
ADVERTISEMENT
Ia turut mengimbau masyarakat bila melihat hal yang mengganggu ketentraman dan ketertiban supaya melaporkan kepada aparat terdekat atau Satpol PP-WH. "Supaya tidak ada anarkisme," kata dia.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan