Wisata ke Jalur Bersejarah Bugaksan: Benteng Pelindung Seoul, Korea Selatan (1)

Konten Media Partner
25 Oktober 2020 17:50
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
ADVERTISEMENT
Kawasan pegunungan Bugaksan, salah satu destinasi wisata favorit di Seoul, Korea Selatan, tak hanya menawarkan pemandangan cantik dan menarik. Jalur ini dipenuhi jejak sejarah, perang dan peradaban masa lalu Korea Selatan.
Pemandangan Kota Seoul dari atas. Foto: Khiththati/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan Kota Seoul dari atas. Foto: Khiththati/acehkini
Kota Seoul dikelilingi gunung-gunung membuat banyak tempat dengan tanah tak rata. Di beberapa lokasi, bangunannya dibangun berdasarkan kontur tanah yang naik turun. Tak heran, saat melancong keliling kota ini serasa berolah raga.
ADVERTISEMENT
Ternyata kondisi ini mempengaruhi hobi warga. Berdasarkan survey, hiking merupakan salah satu hobi yang paling diminati di Negeri Gingseng selain membaca buku.
Saban akhir pekan saat acehkini berada di angkutan umum, seringkali terlihat beberapa kelompok warga paruh baya menggunakan pakaian lengkap hiking, sepatu, tas yang berisi minum dan bekal serta topi di kepala. Mereka akan menuju bukit-bukit atau gunung untuk melakukan pendakian berkelompok.

“Saat kalian melakukan pendakian kecil atau mencoba paket jalan-jalan menyelusuri beberapa area pegunungan di sini, kalian akan melihat bagaimana bersemangatnya warga menghabiskan waktu luang untuk sama-sama trekking,” kata Im Sujin, warga Korea.

“Kalian juga bisa melihat dan mempelajari beberapa hal tentang kebiasaan di sini pastinya,” sambungnya.
Tembok di sekitar Taman Waryong, Korea Selatan. Foto: Khiththati/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Tembok di sekitar Taman Waryong, Korea Selatan. Foto: Khiththati/acehkini
Teman acehkini dari Jepang, bernama Sakura tertarik dengan gambaran ini. Sehingga kami memutuskan melakukan pendakian kecil saat liburan Chuseok, dua pekan lalu. Karena saat itu, Korea Selatan sudah beralih menuju musim gugur, cuacanya tidak terlalu membuat lelah walaupun harus berjalan jauh. Kami sepakat memilih perjalanan di trail (jalur) Bugaksan.
ADVERTISEMENT
Trail ini mengikuti benteng yang dibangun mengelilingi kota Seoul di masa lalu, kini disebut sebagai Hanyangdoseong atau Seoul City Wall. Tembok ini melingkari Kota Hanyang sebagai ibu kota Kerajaan Joseon pada masa lalu.
Benteng ini dibangun mengikuti punggung bukit Baegak (Bugaksan), Naksan (Naktasan), Namsan (Mongmyeoksan) dan Inwangsan, empat gunung utama yang mengelilingi pusat kota pada tahun 1396. Memiliki tinggi 5 sampai 8 meter, dengan jalur sepanjang 18.6 kilometer. Bangunan bersejarah ini terus dipertahankan dan dikelola oleh pemerintah Korea Selatan sampai sekarang.
Salah satu pemandangan di Jalur Bugaksan. Foto: Khiththati/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu pemandangan di Jalur Bugaksan. Foto: Khiththati/acehkini

Area Bugaksan sempat ditutup selama 40 tahun. Setelah satu unit Pasukan Khusus Korea Utara menyusup ke Seoul pada tahun 1968, dalam upaya percobaan pembunuhan terhadap presiden. Para penyusup ini bersembunyi di area ini. Karena itu, akses publik ke sini sempat dibatasi hingga akhirnya dibuka kembali untuk umum pada 2007.

ADVERTISEMENT
Karena kawasan militer, maka pengunjung hanya diperbolehkan berjalan sesuai dengan jalur tersedia. Ada beberapa tempat yang tidak boleh dipotret. Di balik gunung ini berdiri Cheongundae atau blue house tempat Presiden Korea Selatan berkediaman. CCTV ada dimana-mana.
Kendati dengan keamanan ketat, Bugaksan merupakan area menarik untuk dikunjungi terlebih saat langit kota Seoul cerah di musim gugur. Kalau biasanya tujuan mendaki gunung untuk mencapai puncak, tapi tidak begitu di sini. Jadi tidak perlu terburu-buru, nikmati saja perjalanan.
Salah satu yang menarik dijelajahi adalah Jalur Baegak yang membentang dari Changuimun ke Hyehwamun, dan melintasi Bugaksan sepanjang 342 meter. Ini merupakan yang tertinggi di antara trail lainnya sepanjang tembok kuno ini.

Memulai Pendakian

Menuju Malbawi Information Center. Foto: Khiththati/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Menuju Malbawi Information Center. Foto: Khiththati/acehkini
Ada 2 cara yang dapat ditempuh untuk pendakian menelusuri benteng bersejarah ini, dari Changuimun atau Malbawi. Untuk menghindari mendaki anak tangga yang terlalu panjang, kami memilih rute dari Waryong Park yang tak jauh dari Malbawi Information Center.
ADVERTISEMENT
Pada hari yang disepakati, pukul 11 pagi, Sakura sudah menunggu di exit 2 Anguk Station. Ia tidak pernah terlambat bahkan sering kali sampai sebelum waktu janjian. Kami menaiki bus nomor dua yang berukuran kecil. Di dalamnya ada penumpang lain yang juga menuju ke taman Waryong. Tak butuh waktu lama, kami sudah berada di pemberhentian terakhir, lalu berjalan 10 menit ke arah taman.
Sakura membaca peta di Pos Malbawi. Foto: Khiththati/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Sakura membaca peta di Pos Malbawi. Foto: Khiththati/acehkini
“Syukur cuaca hari ini tidak terlalu panas dan kita bisa menyelesaikan pendakian ini selama dua jam,” Kata Sakura saat kami memulai mengikuti penumpang lainnya menuju taman. Di situ, tembok kota sudah terlihat, beberapa orang bersantai dan menikmati bekal makan siang mereka.
Kami memutuskan untuk berjalan terus sesuai petunjuk yang ada menuju Malbawi Information Center. Menurut panduan traveling, para pengunjung harus mendaftarkan diri mereka sambil memperlihatkan identitas. Melewati beberapa anak tangga dan mendaki sekitar 800 meter kami sampai. Lalu berhenti sejenak mengatur nafas sambil mengambil beberapa pemandangan kota Seoul dari atas.
Memotret Kota Seoul dari atas. Foto: Khiththati/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Memotret Kota Seoul dari atas. Foto: Khiththati/acehkini

Malbawi, merupakan sebutan untuk batu besar yang ada di sekitar taman Samcheong. Ada dua pendapat tentang batu ini karena dalam Bahasa Korea kata Mal mempunyai arti yang berbeda walaupun pengucapannya sama. Ada yang mengaitkanya dengan arti ‘yang terakhir’ karena terletak di kaki bukit. Sedangkan yang lain mengartikannya ‘kuda’. Dulu banyak batu yang dijadikan pengait kuda.

ADVERTISEMENT
Saat naik beberapa tangga menuju pos Malbawi, ada dua pemandangan yang menarik untuk dipotret. Pertama yang menghadap ke Seongbuk-gu serta yang lainnya ke arah Jongno-gu.
Saat berjalan, kami tak lupa memperhatikan papan petunjuk yang ada karena terdapat beberapa jalur. Jalur utama terbagi akan berakhir di beberapa tempat berbeda seperti Pusat Informasi Sukjeongmun, Pusat Informasi Malbawi, Taman Samcheong, atau kembali ke Taman Waryong.
Tembok kota. Foto: Khiththati/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Tembok kota. Foto: Khiththati/acehkini
Setelah mencapai Malbawi Information Center, kami diberikan penanda yang bisa dikalungkan di leher sebagai kartu masuk sekaligus tanda pengenal. Kartu penanda ini harus dikembalikan nantinya di pos terakhir setelah menyelesaikan pendakian.
Kami mulai melangkah, mengikuti jalur di samping tembok. Dilarang untuk keluar dari jalur yang sudah ditentukan. Di beberapa titik, walaupun punya pemandangan bagus namun dilarang mengambil gambar. [bersambung]
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020