kumparan
Woman11 Desember 2019 16:35

Ziarah Makam Laksamana Keumalahayati Warnai Hari Ibu di Aceh

Konten Redaksi ACEHKINI
Ziarah ke Makam Laksamana Keumalahayati Warnai Hari Ibu di Aceh (2).jpg
Laksamana Keumalahayati. Foto: Wikimedia Commons
Peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019 di Aceh diwarnai dengan ziarah makam pahlawan. Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK Aceh), Dyah Erti Idawati, bersama rombongan melakukan ziarah ke Makam Laksamana Keumalahati di kawasan perbukitan Gampong Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, Rabu (11/12).
ADVERTISEMENT
Ziarah ke Makam Laksamana Keumalahayati turut dihadiri Ketua Bhayangkari Kepolisian Daerah Aceh, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodam Iskandar Muda, dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Aceh. Kegiatan ziarah makam pahlawan tersebut diisi dengan doa bersama dan tabur bunga.
"Dengan ziarah ini kita kembali mengenang bagaimana perjuangan seorang panglima, seorang laksamana perempuan yang sangat ditakuti dan disegani oleh armada laut negara lain. Semoga perjuangan Laksamana Keumalahayati menginspirasi kita dalam mengisi kemerdekaan, terutama dalam memperjuangkan hak-hak perempuan," ujar Dyah, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/12).
Ziarah ke Makam Laksamana Keumalahayati Warnai Hari Ibu di Aceh (3).jpg
Wakil Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, meletakkan karangan bunga dalam rangka peringatan Hari Ibu di Makam Laksamana Malahayati. Foto: Humas Aceh
Ia menjelaskan, Keumalahayati merupakan seorang laksamana laut perempuan pertama di dunia. Tahun 1585-1604, saat Kesultanan Aceh dipimpin oleh Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV, Keumalahayati menjabat sebagai Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah.
ADVERTISEMENT
Di masa hidupnya, Laksamana Keumalahayati memimpin dua ribu pasukan Inong Balee (janda-janda para syuhada Aceh yang telah syahid). Keumalahayati dan Pasukan Inong Balee berperang melawan kapal-kapal dan menyerang benteng-benteng pertahanan Belanda.
Dyah menyebut, pada 11 September 1599, Keumalahayati berhasil membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di atas geladak kapal. Dalam pertempuran itu, Keumalahayati juga berhasil menawan Frederick de Houtman, adik Cornelis de Houtman.
Ziarah ke Makam Laksamana Keumalahayati Warnai Hari Ibu di Aceh (1).jpg
Ziarah ke Makam Laksamana Keumalahayati rangkaian peringatan Hari Ibu ke-91 di Aceh. Foto: Humas Aceh
Mengenang jasa Laksamana Keumalahayati, Pemerintah Republik Indonesia telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada pahlawan wanita yang wafat pada tahun 1615 itu. Gelar Pahlawan Nasional diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115/TK/Tahun 2017 tanggal 6 November 2017.
Sebelumnya, dalam rangkaian peringatan Hari Ibu ke-91 di Aceh yang sejatinya diperingati setiap 22 Desember, telah digelar kegiatan gerak jalan sehat bebas plastik di Stadion Harapan Bangsa, Minggu (8/12). "Peringatan Hari Ibu di Aceh dilakukan secara periodik mulai dari tanggal 8 Desember sampai menuju hari puncaknya pada tanggal 12 Desember," sebut Dyah.
ADVERTISEMENT
Puncak peringatan Hari Ibu ke-91 di Aceh yang dijadwalkan pada besok hari, Kamis (12/12), akan dipusatkan di Anjong Mon Mata, Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh.[]
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan