News
·
12 Mei 2021 12:03

100 Ton Paket Pangan Jaga Warga Palestina dari Kelaparan hingga Akhir Ramadan

Konten ini diproduksi oleh ACT Jakarta Barat
100 Ton Paket Pangan Jaga Warga Palestina dari Kelaparan hingga Akhir Ramadan (189379)
Sebanyak 100 ton bantuan pangan diberikan untuk masyarakat prasejahtera di Palestina agar mereka tidak kelaparan hingga akhir Ramadan nanti.
GAZA – Konflik berkepanjangan di Palestina menyebabkan perekonomian warganya sulit berkembang. Ditambah adanya pembatasan karena Covid-19, membuat akses ke sumber pangan menjadi terbatas. Belum lagi tingkat penangguran yang tinggi membuat banyak warga kesulitan untuk membeli kebutuhan pangan keluarganya
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data yang dihimpun tim Global Humanity Response-ACT, pada 2021 ini, 1,6 juta jiwa penduduk Palestina tidak mampu membeli makanan bergizi. Bahkan di Gaza, hampir 50% warganya memiliki kadar mineral esensial dan vitamin yang sangat rendah. Kelaparan pun menjadi hal yang biasa bagi mayoritas warga Palestina. Di bulan Ramadan ini, harapan agar mampu mendapatkan makanan yang layak pun menghiasi doa mereka.
Masih dalam semangat aksi kebaikan tanpa batas di 10 hari terakhir Ramadan, ACT kembali menyalurkan amanah para dermawan berupa 100 ton paket pangan kepada masyarakat prasejahtera di Palestina. Bantuan menyasar Kamp Jabalia, Beit Lahia, Gaza Utara, area pengungsian yang menampung banyak keluarga prasejahtera.
Paket pangan ini dibawa menggunakan beberapa unit truk. Nampak bendera Indonesia dan bendera Palestina bersanding di atas tiap truk, yang melambangkan eratnya persaudaraan antara dua negara tersebut.
ADVERTISEMENT
Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response-ACT mengatakan, bantuan pangan ini sudah mulai distribusikan sejak 5 Mei lalu, dan akan terus diberikan hingga akhir Ramadan. “Relawan-relawan ACT dengan semangat mendatangi langsung hunian warga untuk membagikan paket pangan ini, sehingga akhirnya warga Palestina tidak perlu lagi khawatir akan pasokan pangan hingga akhir Ramadan," ujar Said, Jumat (7/5/2021).
Bantuan pangan di bulan Ramadan ini amat disyukuri warga Palestina. Sebab, pada Ramadan tahun lalu, kondisi ekonomi keluarga prasejahtera Palestina sangat memprihatinkan dan sulit untuk membeli makanan yang layak.
Said pun mengajak masyarakat Indonesia untuk terus dapat memberikan bantuannya, agar masyarakat prasejahtera Palestina dapat terus mendapatkan makanan yang layak di bulan-bulan berikutnya setelah Ramadan. "Insyaallah setelah bulan Ramadan juga tetap akan kami berikan paket pangan ini, seiring dengan kepedulian para dermawan yang terus mengalir," ujar Said.[]
ADVERTISEMENT