News
·
4 April 2021 11:22

Gotong Royong Pulihkan Kehidupan Warga Sekitar Kilang Balongan

Konten ini diproduksi oleh ACT Jakarta Barat
Gotong Royong Pulihkan Kehidupan Warga Sekitar Kilang Balongan (188025)
INDRAMAYU –Kebakaran kilang Pertamina di Balongan, Indramayu, pada Senin (29/3/2021) dini hari lalu berdampak cukup masif bagi masyarakat. Bahkan, ledakan terdengar hingga radius sembilan kilometer dan merusak tempat tinggal warga. Hampir seribu orang mengungsi yang kini dipusatkan di GOR Bumi Patra Pertamina.
ADVERTISEMENT
Atas musibah ini, Aksi Cepat Tanggap turut berbela sungkawa. Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap Ahyudin menyampaikan langsung keprihatinan ini. “Kami turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa Pertamina serta warga di sekitar lokasi kebakaran besar di Balongan. Tragedi ini menjadi duka bagi bangsa. Hal tersebut tak hanya karena Pertamina merupakan aset strategis bangsa ini, namun juga melihat besarnya dampak yang dirasakan warga setempat,” ungkap Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin.
Oleh karenanya, dibutuhkan kolaborasi besar untuk membantu menangani dampak bencana kebakaran yang menimpa warga sekitar Balongan. “Gotong royong jadi kunci mengatasi dampak bencana ini. Untuk itu, ACT mengajak seluruh masyarakat Indonesia ambil bagian dalam penanganan dampak kebakaran kilang Pertamina di Balongan,” ajaknya.
ADVERTISEMENT
Ahyudin menegaskan, ACT akan terus mendukung kebutuhan warga terdampak kebakaran kilang minyak Balongan dengan beragam aksi kemanusiaan terbaik. Sejak hari pertama, ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia telah melakukan asesmen, melakukan pendampingan psikososial, dan distribusi makanan. ACT juga menghadirkan armada kemanusiaan sebagai wujud kedermawanan yang melibatkan masyarakat luas.
Koordinator Tim Tanggap Darurat ACT Kusmayadi menambahkan, Rabu ini armada Humanity Food Truck sudah tiba di Balongan. "Truk layanan makan gratis ini akan menyajikan ratusan makanan siap santap bagi penyintas. Selain itu, tim medis ACT juga siap dikerahkan untuk memastikan kondisi kesehatan korban terdampak, terlebih bencana kebakaran ini bertepatan dengan pandemi Covid-19," jelas Kusmayadi.[]