“Menggunakan Kunci di Masa Sulit” - Ustadz Harits Abu Naufal

Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap
Konten dari Pengguna
13 Oktober 2021 10:58
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari ACT Jakarta Barat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
“Menggunakan Kunci di Masa Sulit” - Ustadz Harits Abu Naufal (8820)
searchPerbesar
ACT News, Jakarta Barat – Aksi Cepat Tanggap Jakarta Barat menghadirkan kajian daring bersama Ustadz Harits Abu Naufal dengan tajuk Menggunakan Kunci di Masa Sulit, pada (2/9). Kajian daring ini membahas mengenai kesabaran ketika menghadapi musibah.
ADVERTISEMENT
Di masa sulit seperti saat ini, banyak manusia yang diuji kesabarannya dengan berbagai macam hal. Ada yang diuji melalui kesehatan, finansial, mental, bahkan tak sedikit juga masyarakat yang diuji dengan kehilangan orang yang dicintai.
Dalam kajian yang dilaksanakan melalui video conference ini, Ustadz Harits Abu Naufal menyampaikan mengenai tiga komponen sabar, yaitu sabar yang diucapkan melalui lisan, diamalkan melalui perbuatan, serta sabar melalui hati.
bisa saja seseorang lisannya dia tidak pernah mengeluh, dia keliatan tersenyum, keliatan bahagia. Akan tetapi hatinya dongkol, hatinya tidak terima apa yang Allah uji dia. Maka ini bukan termasuk orang yang sabar,” ujar Ustadz Harits.
Terdapat bentuk-bentuk sabar yang disebutkan oleh Ustad Harits Abu Naufal, di mana orang-orang yang sabar tidak akan memukul-mukul wajahnya, merobek bajunya, serta tidak berteriak histeris ketika mendapatkan musibah. Hal tersebut juga disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam hadist di mana orang-orang tersebut tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sholeh.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Ustadz Harits juga menyampaikan bentuk sabar ketika seseorang mendapatkan nikmat dari Allah SWT, yaitu dengan menjaga sikap dari perbuatan maksiat. Dengan menjaga anggota tubuh dari sesuatu yang dibenci oleh Allah merupakan bentuk sabar ketika seseorang diberi nikmat.
Ustadz Harits Abu Naufal menegaskan, “orang-orang beriman tidak pernah mengeluh, orang beriman tidak pernah jengkel dengan ketetapan yang diberikan oleh Allah. Tetapi dia bersabar, karena dia meyakini di balik kesabaran itu ada rahasia agung yang besar,
Tidak hanya mendengarkan saja, para peserta yang hadir juga disediakan sesi tanya jawab. Sehingga para peserta yang masih belum memahami kajian yang telah disampaikan dapat memberikan pertanyaan kepada Ustadz Harits.
Setelah menjawab semua pertanyaan yang disampaikan oleh peserta, kajian ini ditutup dengan doa dan harapan Ustadz Harits, di mana beliau berharap agar pandemi segera berakhir, sehingga dapat berkumpul kembali di lain kesempatan secara langsung, bukan melalui video conference seperti saat ini.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020