• 10

Kisah Kentut, Penjual Mi Ayam di Tangerang yang Selalu Dibully

Kisah Kentut, Penjual Mi Ayam di Tangerang yang Selalu Dibully


Pak Kentut sedang menyajikan mie ayam.

Pak Kentut sedang menyajikan mie ayam. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)
Setiap nama pasti memiliki makna dan harapan tertentu dari pemberinya. Begitu juga yang terdapat dalam pepatah yang mengatakan bahwa 'nama adalah doa'.
Meski demikian, dari beragamnya nama orang, terdapat beberapa yang mempunyai keunikan tersendiri, seperti halnya dengan Kentut (30) yang bekerja sebagai pedagang mi ayam di Jalan Pepabri Raya, Kunciran, Kota Tangerang.
Kentut merupakan anak pertama dari dua bersaudara, berasal dari orang tua yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Nama Kentut, diberikan langsung oleh orang tuanya saat ia lahir tahun 1988 di Solo, Jawa Tengah. Ia menyebut tidak ada maksud tertentu dalam nama, selain harapan dan doa orang tuanya.
“Mungkin juga orang tua yang tinggal kampung. Tahunya pengalamannya dianggap bagus gitu. Tahunya namanya seperti itu,” kata Kentut saat ditemui kumparan (kumparan.com) di Jalan Pepabri Raya, Kamis (19/4).

Pak Kentut sedang menyajikan mie ayam.

Pak Kentut sedang menyajikan mie ayam. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)
Selain berjualan mi ayam, Kentut sehari-harinya juga merupakan seorang guru ngaji di salah satu majelis taklim di kelurahan Kunciran Pinang, Tangerang. Namun, tidak ada satu pun muridnya yang tahu jika namanya Kentut. Termasuk dengan tetangganya. Ia setiap hari dikenal dengan nama Ihsan Hadi.
“Saya pakai nama Ihsan Hadi, mereka mengenal dengan nama itu,” imbuh Kentut.
Saat ini Kentut tinggal bersama tiga orang anak dan istri, mengontrak rumah di Jalan Nyiur RT 01/009 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang Kota, Tangerang.
“Satu cewek, dua lagi cowok. Kalau istri hanya di rumah jaga anak,” ujar Kentut.

Pak Kentut sedang menyajikan mie ayam.

Pak Kentut sedang menyajikan mie ayam. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)
Sebelumnya, nama Kentut viral di media sosial karena kerap di-bully. Kentut pun mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri Tangerang untuk mengganti namanya menjadi Ihsan Hadi. Pria yang tinggal di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, itu mengaku pernah diejek warga satu RW dan menjadi tertawaan petugas Disdukcapil karena namanya.
Anak perempuan Kentut juga kerap diolok-olok oleh teman-teman sekolahnya. Putrinya itu bahkan sering menangis, mengurung diri di kamar, dan tidak mau sekolah karena malu. Ironisnya, Ketua Pengadilan Negeri Tangerang pun sempat menahan tawa saat menanyakan terkait permohonan Kentut untuk mengganti nama.


NewsViralTangerangBullyingCerita tentang Kentut

presentation
500

Baca Lainnya