• 6

Slank: Awal Terbentuk dan Momen-momen Penting dalam 3 Dekade

Slank: Awal Terbentuk dan Momen-momen Penting dalam 3 Dekade



Slank

Slank, 'Metamorfosa' (Foto: Dok. slank.com)
26 Desember 1983, Slank resmi lahir. Awalnya Bimbim mengusulkan nama Red Devil, tapi dari hasil obrolan, akhirnya terpilih nama Slank di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, sekaligus merayakan ulang tahun Denny BDN yang kala itu mengisi posisi bassis. Slank merupakan singkatan dari kata Slenge'an, hasil ocehan kawan-kawan yang kerap menyebut mereka sebagai slenge'an (lelaki urakan). Penggunaan huruf K di akhir digunakan agar lebih ‘gaul’. Formasi awal: Erwan (vokal), Bongky (gitar), Kiki (gitar), Bimbim (drum), dan Denny BDN (bass). Slank menggelar konser pertama di Universitas Nasional (UNAS), Jakarta.

Slank

Awal terbentuk grup band Slank (Foto: Dok. slank.com)
Pada 1984 Kiki sang gitaris hengkang. Adrian Sidharta atau Adri (keyboard), kakak kandung Bimbim, bergabung dengan Slank, sementara Erwan (vokalis) mengundurkan diri untuk melanjutkan studi di Amerika. Uti Suharyani dan Lala (vokal) bergabung dengan SLANK. Slank terus mengalami perombakan personel, hingga pada 1989 terbentuk Formasi 13 yang disebut-sebut formasi ajaib. Mereka adalah Kaka (vokal), Bimbim (drum), Bongky (bass), Pay (gitar), dan Indra Q (keyboard).

Slank

Gaya manggung Slank (Foto: Dok. slank.com)
Desember 1990, Slank merilis album pertama, 'Suit... Suit... He... He... (Gadis Sexy)'. Lagu andalan dalam album ini diantaranya "Maafkan" yang sebelumnya berjudul "Kupu Malamku." Perubahan judul ini dilakukan atas permintaan Boedi Seosatio sang produser. Album ini membuat SLANK meraih penghargaan Album dengan Penjualan Terbaik Tahun 1990-1992 dalam BASF Awards Kategori Musik Rock.
Setahun kemudian, Slank merils album kedua, 'Kampungan' dengan bahan dasar kain dan bisa disetrika. Salah satu lagu dalam album ini, 'Nina Bobo' memakai suara dengkuran office boy (OB) Jackson Studio, Si To'. Album 'Kampungan' dengan lagu andalan 'Mawar Merah' meraih penghargaan Penjualan Album Terbaik 1991-1992 kategori Pop Rock dalam BASF Awards.

Slank

Konser Slank diformasi awal (Foto: Dok. slank.com)
Pada 1993, Slank merilis album ketiga, 'Piss', yang merupakan plesetan dari kata 'Peace' yang berarti damai. Melalui album ini, band tersebut meraih penghargaan BASF Selling Album 1992-1993 Kategori Rock Alternatif. Setelah itu, mereka memilih menjadi band indie dan lepas dari produser Boedi Seosatio dan menggaet Denny BDN untuk menjadi manajer di bawah Pulau Biru Production. Selain itu, SLANK juga mengusung bendera rekaman baru, yaitu 'Piss Record'. Masa awal tahun 90-an ini juga disebut masa gelap Kaka dan Bimbim yang terjerat narkoba.
Slank merilis album keempat, 'Generasi Biru' dengan proses perekaman yang dilaksanakan di tiga tempat, yaitu Potlot 14, Pondok Nurul (Puncak, Jawa Barat), dan Cibubur. Proses take vocal lagu 'Terbunuh Sepi' dilakukan di tengah lapangan saat malam hari. Album 'Generasi Biru' mendapat penghargaan Double Platinum Album pada BASF Awards Kategori Penjualan Album Rock Terlaris Tahun 1994-1995.

t1klpqav78y7c6hlz9oz.jpg
eeyoigpoh1ya0rq6dmce.jpg
xsflja0kimqkjfgppvhh.jpg
xdpvc84mxdxsbckpz2rh.jpg
Pada 1996, Bimbim memecat tiga personel Slank, yaitu Bongky, Indra Q, dan Pay saat tengah menggarap album keenam, 'Lagi Sedih'. Pada Februari, Slank yang saat itu hanya menyisakan Kaka dan Bimbim, merilis album keenam, 'Lagi Sedih' dengan bantuan Reynold di posisi gitar dan Invanka di posisi bass.
Album bertemakan kegalauan dan kritik sosial ini memiliki lagu andalan "Foto Dalam Dompet" dan "Tong Kosong." Dimulai dari album ini, Slank menyisipkan bonus tas karung Slank dalam setiap pembelian album asli. Saat tengah tur, Reynold hengkang dari band, dan Ivanka resmi menjadi bassis. Abdee Negara dan Mohammad Ridwan Hafiedz alias Ridho bergabung dengan ke Gang Potlot. Formasi ini disebut dengan SLANK 7 (Slank Formasi 14). Ini adalah formasi pertama SLANK dengan dua gitar dan tanpa keyboard.

Slank

Slank, 'Transisi' (Foto: Dok. slank.com)
Januari 1998, Slank merilis album ke-7 dengan tembang andalan "Balikin". Lagu ini mengisahkan curhatan Bimbim dan Kaka yang ingin lepas dari ketergantungan narkoba. Album ini terjual sebanyak satu juta kopi dalam hitungan minggu. Slank menggelar tur konser bertajuk "Konser Piss 30 Kota" yang rekamannya dijual di pasaran dengan bonus dua lagu "Pintu" dan "Makan Gak Makan." Pada momen ini, Slank kembali bersinar di belantika musik Indonesia.
Dalam album lainnya, 'Mata Hati Reformasi', Slank mengangkat isu sosial dan pemerintahan pada zaman reformasi dengan lagu andalan "Aktor Intelektual", "Nagih", dan "Punk Java." Album ini juga menyuguhkan lagu cinta, seperti "Full Moon Blues."
Tahun 2000, Slank pergi ke Jepang untuk menghadiri acara talk show. Kaka, Bimbim, dan Ivanka yang terjerat narkoba mulai berusaha untuk sembuh. Melalui rekomendasi mantan personel Slank, Pay, mereka menjalani pengobatan. Setelah Kaka, Bimbim, dan Ivanka dinyatakan sembuh dari ketergantungan narkoba, Slank menerbitkan album kesepuluh mereka bertitel 'Virus'. Album yang mengambil tema politik dan isu lingkungan ini memiliki lagu andalan "Virus", "Jakarta Pagi Ini", dan "#1".
Untuk pertama kalinya, Slank memasukkan unsur orkestra di lagu "#1" dengan bantuan Erwin Gutawa. Dalam album ini, Slank menambah satu lagu terbaru berjudul "I Miss You But I Hate You". Videoklip album ini dibintangi oleh Titi Kamal dan Anandita.

Slank

Slank kumpul-kumpul di gang Potlot (Foto: Dok. slank.com)
Era 2000-an dalam karier Slank dilewati dengan produktif dengan merilis album 'Satu-satu', 'PLUR', 'Slankissme', 'Slow But Sure', 'Anthem for The Broken Hearted', hingga lagu-lagu untuk soundtrack film. Perayaan ulang tahun Slank ke-30 pada 2013 ditandai dengan lahirnya film 'Slank Nggak Ada Matinya'.
Slank juga banyak melibatkan diri dengan kegiatan sosial, juga memasuki ranah politik dengan secara terbuka mendukung Jokowi saat Pilpres. Slank juga vokal menyuarakan penentangan terhadap revisi Undang-undang KPK yang digulirkan oleh Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Slank

Album Slank 'Ngga Ada Matinya' (Foto: Dok. slank.com)

Selama kariernya, Slank sudah memproduksi 21 album studio, 8 album kompilasi, 3 album internasional, 3 mini album, 3 Original Soundtrack dan 4 single. Untuk memperingati hari jadinya, Slank akan menggelar konser bertajuk 'Slank 33 th ngeROCK di Bali” pada Sabtu, 28 Desember 2016 di Lapangan Bhuana Patra – Singaraja, Bali, mulai pukul 18.00 WITA. Untuk datang ke konser ini, kamu cukup mengeluarkan uang tiket Rp 25 ribu. Nantinya hasil penjualan tiket akan disumbangkan kepada yayasan sosial yang membutuhkan.
Selamat ulang tahun ke-33, Slank!



HiburanMusikMusisiSlankSelebriti

500

Baca Lainnya