News
·
12 September 2020 8:38

Bantu Tenaga Kesehatan, Mahasiswa S1 Keperawatan UMM Jadi Relawan Covid-19

Konten ini diproduksi oleh adienoorramadhani
Mesikpun masih semester 7, mahasiswa S1 Keperawatan UMM turut andil dalam memerangi virus Covid-19. Berbekal pengetahuan yang telah dipelajari pada masa perkuliahan, mahasiswa S1 keperawatan ini tak gentar menjadi garda terdepan dengan mengikuti program relawan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Umum UMM
ADVERTISEMENT
Angka positif Covid-19 yang terus meningkat di Jawa Timur, khususnya di kota Malang yaitu sekitar 1.479 orang (dilansir dari jatimtimes). Hal ini membuat para tenaga kesehatan mulai kewalahan karena banyaknya pengunjung dan pasien yang datang ke rumah sakit. Satu persatu tenaga medis berguguran karena kelelahan dan menurunnya sistem imun. Hal ini lah yang mendasari RSU UMM untuk membuat program relawan.
Bantu Tenaga Kesehatan, Mahasiswa S1 Keperawatan UMM Jadi Relawan Covid-19 (41582)
Tim relawan mahasiswa RS Umum Universitas Muhammadiyah Malang melakukan screening pada pengunjung rumah sakit
Meski awalnya hanya membutuhkan relawan pada bagian screening yang terletak di lobby, Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan Poli Pinere. Kini RSU UMM juga menempatkan relawan di bagian ruangan rawat inap dan IGD. Satu ruangan rawat inap terdiri dari 1-3 relawan, dan IGD terdiri dari 2 orang.
“Jam bertugas untuk rawat inap dibagi menjadi 3 shift yaitu pagi jam 7.00-14.00 WIB, sore 14.00-21.00 WIB, dan malam 21.00-22.00. 1 minggu terdiri dari 1 – 2 kali libur. Saya yang betugas di Kamar Bersalin (Kaber) biasanya libur selama 2 hari setelah shift malam. Namun, untuk IGD hanya terdiri dari 2 shift dan 1 minggu hanya libur 1 kali, begitu juga dengan ruang rawat inap seruni-lily karena relawan yang bertugas diruang itu hanya 1 orang” kata Ela, salah satu relawan di Kamar Bersalin.
ADVERTISEMENT
Program relawan ini telah dilaksanakan sejak bulan Maret 2020 dan membagi mahasiswa menjadi beberapa gelombang. Untuk relawan yang ditempatkan di ruang rawat inap dan IGD adalah mahasiswa yang berada pada gelombang 3 yang terdiri dari 15 orang. Setiap gelombang bertugas selama 1 bulan.
“RSU UMM menyediakan APD berupa surgical mask, glove, face shield dan gown. Dan untuk di IGD diwajibkan untukk menggunakan masker N95 serta sesekali menggunakan hazmat. Penggunaan APD ini berguna untuk menjaga relawan dari penularan ataupun kontak langsung dengan pasien” Ujar Adie, salah satu relawan di ruang rawat inap Seruni-Lily.
Relawan rawat inap dan IGD ini diharapkan bisa membantu kinerja perawat saat menjalankan tugas dalam menangani pasien.
Saat di ruang rawat inap, tindakan yang biasa dilakukan adalah mengukur tanda-tanda vital (TTV) yang terdiri dari suhu, nadi, pernapasan, dan tekanan darah. Setelah itu mengganti cairan infus, menyiapkan obat, dan melakukan perawatan luka. Selain itu, jika di Kamar Bersalin kami juga membantu perawat dalam menyiapkan perlengkapan dan menjadi asisten saat persalinan. Sedangkan di IGD, tindakan yang paling sering dilakukan adalah anamnesa, melakukan pemeriksaan electrocardiogram (EKG), mengantarkan pasien saat ingin melakukan pemeriksaan radiologi atau CT-scan, dan menjadi asisten saat perawat melakukan tindakan invasif.
ADVERTISEMENT
Bertugas sebagai garda terdepan merupakan tantangan tersendiri bagi para mahasiswa ini karena dibutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima
“Agar kami selalu sehat, pihak RSU UMM memberikan kami suplemen untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, kami juga dianjurkan untuk makan-makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Setelah bertugas, saya langsung mandi dan mencuci pakaian untuk meminimalisir resiko infeksi.” kata Laras, salah satu relawan di Kamar Bersalin.
Menjadi bagian dari relawan RSU UMM membuat mahasiswa S1 Keperawatan ini memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk melanjutkan kuliah mereka hingga profesi ners dan memberi gambaran hal apa saja yang harus dan bisa dilakukan saat terjun ke rumah sakit.
“Selama bertugas menjadi relawan banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan. Penjelasan saat kuliah bisa diterapkan selama bertugas di rumah sakit,” ujar Ayu, salah satu relawan di Kamar Bersalin.
ADVERTISEMENT