Teknologi Kamera vs Teknik Dasar Fotografi
8 November 2018 13:14 WIB
0
0
Di era teknologi yang berkembang begitu pesat, dunia fotografi pun turut merasakannya. Cara kerja dan hasilnya yang begitu gampang. Sejumlah merek kamera berlomba setiap tahunnya dan mengeluarkan tawaran yang menggoda bagi calon pembeli untuk meng-upgrade peralatan yang baru.
Tapi, kalau dipikir-pikir enggak ada habisnya karena kamera generasi yang canggih akan selalu keluar di setiap tahunnya. Bukannya hunting foto, malah sibuk membicarakan kamera keluaran terbaru. Tapi enggak salah juga sih kita tahu dan upgrade peralatan kita juga, "Itu kalau kita punya uang."
Kamera keluaran terbaru memang sangat memanjakan penggunanya, bahkan orang yang memiliki kamera tersebut dapat dengan mudah untuk menghasilkan gambar yang normal "Bisa langsung diperiksa hasilnya" apakah hasil fotonya over atau under pencahayaan.
Tetapi bagi saya, orang di balik kameralah yang lebih terpenting untuk menghasilkan sebuah pesan visual yang memiliki cita rasa yang tinggi sesuai genre yang kita adopsi. Entah itu Dokumenter, street photography, fashion, Jurnalistik, dan lain sebagainya. Tidak ada foto "KW" karena hasil foto yang kita buat dengan baik. Foto itu sudah menjadi identitas fotografer ketika orang mengenalnya. Tetapi jangan langsung antipati gitu ya...
Teknologi di dunia fotografi itu untuk memudahkan fotografer bekerja membuat gambar. Untuk fotografer pemula yang baru menyukai dunia fotografi, kalau mau beli kamera sesuai budget saja dan kebutuhannya. Sebetulnya kamera semi pro sudah cukup kalau untuk belajar. Enggak usah merasa enggak ganteng dan keren kalau kita tidak menggunakan kamera seri wahid. Kan yang terpenting hasil foto kita yang keren dan memiliki makna serta bermanfaat untuk publik (lebai dikit).
Ketika kita sudah membeli kamera, pertama-tama baca manual book-nya ya.. itu penting banget, supaya kita tahu semua fungsi dan cara kerja serta memperlakukan kamera yang sudah kita beli dengan harga yang enggak murah.
Selajutnya pahami cara kerja speed (s), diafragma (f), dan komposisi. Hanya tiga poin itu saja yang harus kita pahami untuk menghasilkan gambar yang kita inginkan.

Permaian speed cepat dan lambat memiliki efek foto yang berbeda, saat kita memotret dengan memainkan efek speed cepat yang akan dihasilkan foto freezing dan apabila kita menggunakan speed lambat yang akan dihasilkan foto moving dan foto panning.
Selajutnya diafragma, permainan diafragma akan menghasilkan efek ruang tajam sempit atau pun ruang tajam luas. Balik lagi ya, bokeh yang kita inginkan harus sesuai kebutuhan kita.
Speed dan diafragma sudah kita kuasai, selanjutnya adalah komposisi. Sebetulnya komposisi kita sudah belajar saat taman kanak-kanak (TK), kita pernah belajar menggambar pemandangan. Di sana kita sudah belajar mengomposisikan subjek, kita sudah menentukan point of interest-nya dan latar depan dan belakang yang akan mendukung foto atau gambar kita memiliki nilai lebih.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: