anti politik uang

Hak Suaraku Seharga Lima Puluh Ribu Rupiah

Gusti Aditya
Domisili Yogyakarta. Dapat disapa di akun Instagram @gustiaditiaa
31 Oktober 2023 14:29 WIB
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
“Ia yakin betul akan memenangkan suara, karena dukun sudah menjamin,” tulis Kuntowijoyo dalam Mantra Pejinak Ular. Calon lurah dalam kisah itu mencopot pakaian, menceburkan diri ke dalam sendang. Dingin di Desa Pandanwangi tak ia pikirkan, yang penting memenangkan kontestasi lurah. Kadang, politik dan segala tetek bengeknya, membuat manusia mematikan saklar nalar yang ada dalam otaknya secara sporadis dan mengerikan.
Kisah Kuntowijoyo itu begitu dekat denganku lantaran banyak hal unik yang dilakukan calon lurah, calon camat, atau bahkan politikus agar ia memenangkan pemilihan. Ada yang sowan ke Laut Kidul, minta petunjuk ke orang sakti, semedi di dekat pohon keramat di Giwangan, bahkan ada yang lek-lek-an selama tujuh hari tujuh malam sampai hari pemilihan. Ada yang berhasil, ada juga yang jadi gila.
Ya, maklum, saat itu belum dikenal yang namanya pencitraan. Belum ada itu yang namanya bikin konten di TikTok atau sengaja di-roasting komika agar naik elektabilitasnya. Saat itu, beragam cara praktis nan mistik mereka lakukan agar mendulang suara. Yang paling praktis adalah politik uang. Ia menjadi seperti budaya bangsa yang sudah melekat dalam struktur masyarakat. Kerusakan moral dan etik yang sudah mencapai tahap miris.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten