kumplus- Opini Prabu- Miras dan Jogja

Jogja Romantis Itu Tipu Daya

Gusti Aditya
Domisili Yogyakarta. Dapat disapa di akun Instagram @gustiaditiaa
21 Juni 2023 13:44 WIB
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
“Jogja itu romantis, sedang Jakarta sarang penyamun, jelas Jogja lebih cocok untuk memadu kasih,” kata kawan saya. Perlu diakui, ya, memang kok, Jogja itu romantis. Namun, romantis itu tidak melulu penuh bunga dan bahagia. Lha wong kisah tragis Romeo dan Juliet yang menenggak racun bersama aja masuk dalam kategori karya sastra romantis, kok. Benar, romantis itu bagai dua sisi mata uang.
Selama saya pindah ke Jakarta, saya akui bahwa Jogja itu ngangeni. Saya menitipkan cita, cinta, dan angan-angan di sana. Jogja itu cocok untuk ngaso dan bersantai. Sedang Jakarta bagai mesin. Harus bergerak dan terus berputar.
Awalnya, saya takut sekali dengan Jakarta. Ingatan-ingatan masa kecil berkumpul. Jakarta yang kejam, orang-orangnya yang seperti robot, dan tentu saja begal dan para pejabat gila yang membelah kemacetan dengan Fortuner berstrobo kelap-kelip bagai odong-odong di Alun-Alun Kidul.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten