• 0

Ada Konten Telanjang, Bigo Live 'Setengah Hati' Diblokir Kemkominfo

Ada Konten Telanjang, Bigo Live 'Setengah Hati' Diblokir Kemkominfo


Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan pemblokiran akses terhadap layanan live streaming Bigo Live lantaran mengandung konten ketelanjangan sejak 1 Desember lalu. Tetapi langkah ini seakan "setengah hati" karena pemblokiran belum dilakukan sepenuhnya.

Pemblokiran yang dilakukan Kemkominfo terhadap Bigo Live baru di level Domain Name System (DNS), dan belum termasuk IP Address.

Hal ini memberi dampak beberapa fitur Bigo Live tidak aktif, tetapi aplikasinya masih bisa diakses dari Indonesia, kata Noor Iza, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo kepada Kumparan.

"Beberapa fitur di dalamnya di-run pakai addressing DNS. Yang addressing DNS itu kita blok," kata Noor Iza.

Ilustrasi swafoto atau selfie

Ilustrasi swafoto. (Foto: Kaique Rocha (CC0 Public Domain))

Sejauh ini Noor Iza belum mengungkap rencana lembaganya untuk melakukan pemblokiran penuh terhadap Bigo Live. Padahal, sudah ada pengaduan dari warga soal konten ketelanjangan pada layanan asal Singapura itu.

Bigo Live merupakan media sosial yang menyediakan layanan live streaming agar para penggunanya bisa berinteraksi, sebagai penyiar (broadcaster) dan penonton (viewer). Penyiar bisa melakukan banyak hal seperti bernyanyi, memberi tutorial, beropini, tetapi ada juga yang melakukan perbuatan tak senonoh untuk mendapatkan uang dari Bigo Live.

Ya, Bigo Live memilih penggunanya untuk menjadi penyiar resmi dengan syarat berpenampilan menarik dan komunikatif, perempuan atau laki, di usia 16-30 tahun. Penyiar biasa juga bisa mendapatkan imbalan berupa barang virtual dari para penonton yang kemudian bisa ditukar jadi uang. Di sinilah "bisnis yang mengandung ketelanjangan" terjadi di Bigo Live.

Aplikasi live streaming yang juga dimanfaatkan untuk hal semacam ini antara lain Nonolive dan Cliponyu.

InternetAplikasi MobileBangkok

500

Baca Lainnya