• 2

Apple Sebut Nokia Berusaha Memeras

Apple Sebut Nokia Berusaha Memeras



Logo Apple Inc

Logo Apple Inc (Foto: Reuters)

Perang paten bidang ponsel pintar kembali memanas. Apple masih terlibat dalam perang itu, tetapi kali ini lawannya bukan Samsung, melainkan Nokia.
Grup bisnis Nokia yang berbasis di Finlandia berkata telah mengajukan gugatan hukum kepada Apple terkait 32 pelanggaran hak paten teknologi layar, cip, antena, pemrograman video, tampilan antarmuka, dan peranti lunak.
Gugatan ini diajukan Nokia di Pengadilan Munich, Jerman, dan Pengadilan Texas, AS, pada Rabu (21/12).
Nokia mengatakan Apple telah menolak tawaran lisensi padahal sejumlah paten dan penemuan Nokia diklaim banyak digunakan pada banyak produk Apple.
"Sejak menyepakati lisensi berupa sejumlah paten dari portofolio Nokia pada tahun 2011, Apple telah menolak tawaran berikutnya yang diajukan Nokia terkait lisensi paten pada banyak produk Apple," kata Nokia dalam sebuah pernyataan.
Sehari sebelum Nokia mengajukan gugatan paten, rupanya Apple lebih dahulu melakukan langkah hukum kepada perusahaan konsultan paten Acacia Research Corp dan Conversant Intellectual Property Management, yang dianggapnya berkolusi dengan Nokia untuk memeras Apple.
Juru bicara Apple Josh Rosenstock, mengatakan pihaknya selalu bersedia membayar harga lisensi yang adil sebagai bentuk penghargaan atas hak paten teknologi yang dipakai para produk.
"Sayangnya, Nokia telah menolak lisensi paten mereka secara adil dan sekarang menggunakan taktik untuk mencoba memeras uang dari Apple dengan menerapkan tarif royalti atas temuan Apple yang tidak ada hubungannya dengan Nokia," tutur Rosenstock, seperti dikutip Reuters.
Ada Mantan Petinggi Apple di Conversant
Gugatan Apple terhadap Acacia Research, Conversant, dan Nokia, diajukan satu hari setelah Conversant yang berbasis di Ottawa, Kanada, mengangkat Boris Teksler sebagai CEO baru. Teksler dahulu bekerja untuk Apple dengan posisi Direktur Lisensi dan Strategi Paten sejak 2009 sampai 2013.
Ketika Apple berseteru dengan Samsung soal paten teknologi ponsel dan tablet lima tahun lalu, Teksler merupakan salah seorang yang mengurus sengketa hukum itu. Ini disebut sebagai sengketa paten terbesar karena terjadi di sejumlah negara. Baik Apple maupun Samsung tercatat meraih kemenangan juga kekalahan di beberapa negara.
Conversant, yang mengklaim memiliki ribuan hak paten, juga pernah menempuh jalur hukum melawan Apple. Minggu lalu, Conversant mengumumkan kemenangannya dalam kasus pelanggaran dua paten ponsel pintar yang membuat mereka mendapatkan 7,3 juta dollar AS.
Sementara Acacia Research, merupakan perusahaan lisensi paten di California, AS. Salah satu anak perusahaannya, September lalu melakukan gugatan hukum kepada Apple di Texas terkait pelanggaran hak paten dan menang di pengadilan dan mengharuskan Apple membayar denda 22 juta dollar AS.
Aksi gugat lisensi paten antara Nokia dan Apple ini bukanlah yang pertama kalinya, karena perseteruan antara keduanya sempat terjadi pada 2009.
Grup Nokia dari Finlandia sempat menjual unit bisnis ponselnya senilai 7,2 miliar dollar AS kepada Microsoft pada April 2014 lalu. Langkah ini membuat Nokia fokus pada bisnis peralatan jaringan telekomunikasi dan portofolio paten teknologi.
Di tahun 2016, Microsoft menjual unit bisnis ponsel fiturnya (yang berasal dari Nokia) kepada FIH Mobile asal Vietnam sebesar 350 juta dollar AS. FIH Mobile merupakan anak perusahaan Hon Hai Precision Industry (Foxconn) yang berbasis di Vietnam.

Nokia 150

Nokia 150, ponsel fitur perdana yang diproduksi HMD Global, selaku pemegang lisensi merek perangkat mobile Nokia. (Foto: HMD Global)

Tak lama setelah pengumuman itu, grup Nokia melisensikan hak merek dan kekayaan intelektualnya kepada HMD Global untuk membuat tablet dan ponsel bermerek Nokia, termasuk ponsel pintar, selama 10 tahun ke depan.
Pengumuman itu dibarengi dengan kesepakatan HMD Global dan FIH Mobile untuk menjalankan bisnis perangkat mobile merek Nokia secara global.

TeknologiSengketa PatenSmartphoneAppleNokia

500

Baca Lainnya