• 8

Baru 16 Hari Dijual, GoPro Tarik 2.500 Drone Karma

Baru 16 Hari Dijual, GoPro Tarik 2.500 Drone Karma



Drone GoPro Karma https://shop.gopro.com/karma


Di tengah keriuhan dunia memantau pemilihan presiden Amerika Serikat 2016, Selasa (8/11/2016), GoPro mengambil kesempatan menyebar informasi kurang sedap bagi perusahaan, yang akan menarik drone perdananya bernama Karma dari pasar AS.

GoPro mengumumkan siap menarik 2.500 unit Karma yang baru dipasarkan selama 16 hari di Amerika Serikat seharga 799 dollar AS, setelah diketahui pesawat tanpa awak itu sering kehilangan daya saat sedang dipakai terbang. GoPro berjanji mengembalikan penuh uang konsumen AS yang telah membeli Karma sejak 23 Oktober.

Belakangan ini memang banyak laporan konsumen yang mengeluhkan ketidakteraturan kondisi terbang pada Karma, namun belum dapat dipastikan isu tersebut merupakan gangguan dalam hal kelistrikan.

Pendiri dan CEO GoPro, Nicholas Woodman, berkata akan memudahkan proses pengembalian barang dan uang kepada konsumen. Ia juga berjanji untuk menjual Karma secepatnya setelah berhasil mengatasi anomali daya.

"Sebagian kecil pemilik Karma melaporkan insiden kegagalan daya selama mengoperasikannya. Kami bergerak cepat atas hal itu dan memberi pengembalian dana penuh, sambil terus menyelidiki masalah ini," lanjut Woodman dalam pernyataan resmi.

Penarikan Karma dari pasar dilakukan setelah GoPro mengambil langkah menurunkan prediksi pendapatan perusahaan pada kuartal empat 2016, dari 650 juta dollar AS menjadi 600 juta dollar AS.

Karma menandai upaya perusahaan asal San Manteo, California itu, dalam memperluas portofolio produk setelah mereka hanya fokus mengembangkan kamera aksi dan peranti lunaknya sejak 2002.

Keselamatan adalah prioritas utama kami.

- Nicholas Woodman, CEO GoPro

Karma diperkenalkan pada September lalu. Produk ini sempat mengalami kendala produksi pada kuartal ketiga yang membuat GoPro harus memproduksi unit lebih sedikit dari rencana awal.

Ditariknya Karma dari pasar juga menandai kemunduran signifikan GoPro dalam persaingan bisnis drone mini bagi pehobi yang sampai saat ini masih dikuasai DJI asal China, terutama lini produk Phantom.

TravelJokowiKeuangan

500

Baca Lainnya