• 10

Daftar Akun Medsos yang Diminta Imigrasi AS dari Wisatawan

Daftar Akun Medsos yang Diminta Imigrasi AS dari Wisatawan



Cover: Pegawai Imigrasi Amerika Serikat

Pemeriksaan imigrasi di Amerika Serikat. (Foto: ESTA VISA/ www.usa-esta.us)

Jika dalam waktu dekat ini punya rencana mengunjungi Amerika Serikat lewat jalur darat, laut, atau udara, jangan heran jika petugas imigrasi menanyakan akun media sosial yang aktif. Tak perlu berdebat dengan petugas karena ini memang kebijakan baru kantor imigrasi dan bea cukai setempat yang diterapkan sepekan sebelum 2016 berakhir.
AS menjadi negara pertama yang menanyakan akun media sosial kepada wisatawan yang mau masuk ke wilayahnya lewat darat, laut, atau udara. Langkah ini menunjukkan sikap negara yang memandang penting akun media sosial dalam mengawasi warga negara asing, setara dengan informasi pendidikan dan pekerjaan.
Seorang juru bicara pemerintah mengatakan kepada media Politico, langkah ini dilakukan untuk "mengidentifikasi potensi ancaman." Berikut adalah daftar media sosial yang diminta informasinya oleh imigrasi AS:

- ASKfm
- Facebook
- Flickr
- GitHub
- Google+
- Instagram
- LinkedIn
- Tumblr
- Twitter
- Vine
- VKontakte (VK)
- YouTube

Keberadaan jejaring sosial VKontakte dalam daftar menandakan sorotan kantor imigrasi AS terhadap wisatawan dari Rusia dan negara Eropa Timur. Karena, VKontakte memiliki basis pengguna besar di kawasan itu dan sering disebut sebagai Facebook buatan Rusia.
Imigrasi AS juga menyoroti akun dari media sosial JustPaste.it yang selama ini populer dipakai kelompok teroris ISIS dalam berbagi konten teks.
Pencantuman akun media sosial ini sifatnya belum wajib dan akan ditemui wisatawan ketika mengisi formulir elektronik dalam mengajukan visa ke AS. Ia juga belum menjadi pertimbangan untuk menolak wisatawan masuk ke AS.
Seandainya sifatnya diubah menjadi wajib dan jadi pertimbangan utama, apakah Anda bersedia berbagi informasi akun media sosial? Atau, Anda akan memberikan akun sekunder kepada Paman Sam? Mari berbagi pendapat di kolom komentar!

TeknologiMedia SosialWisatawanAmerika SerikatImigrasi

500

Baca Lainnya