kumparan
15 Agu 2017 16:39 WIB

Go-Jek Tancap Gas Ekspansi ke 25 Kota Baru

Nadiem Makarim di Acara Gojek Swadaya (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Go-Jek memang belum mau ekspansi ke luar negeri seperti lawan-lawannya, karena perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini memilih untuk memperkuat diri di dalam negeri dan menjadi raja di negeri sendiri. Setelah beroperasi di 25 kota, per 14 Agustus 2017, perusahaan tersebut mengumumkan memperkuat ekspansi mereka ke 25 kota baru berikutnya. Dengan begini, maka Go-Jek telah mencengkramkan cakar bisnisnya secara total di 50 kota di Indonesia. Adapun 25 kota terbaru yang dimasuki oleh Go-Jek adalah Kediri, Madiun, Jember, Banyuwangi, Pasuruan, Mojokerto, Madura, Probolinggo, Purwokerto, Magelang, Salatiga, Tegal, Cilacap, Pekalongan, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Purwakarta, Karawang, Serang, Belitung, Bukittinggi, Banda Aceh, dan Pematang Siantar. Di kota-kota itu, Go-Jek masih memperkuat perluasan layanan yang basisnya memakai jasa mitra pengemudi ojek motor. Selain Go-Ride dan Go-Send, perusahaan juga merilis layanan pesan antar makanan Go-Fod, lalu layanan pesan belanja Go-Mart dan Go-Shop, serta layanan pembayaran non-tunai Go-Pay.
ADVERTISEMENT
Untuk layanan berbasis mobil Go-Car, Go-Jek hingga bulan Juni 2017 telah menyediakannya di 34 kota termasuk Sidoarjo, Pontianak, Pekanbaru, Sukabumi, Padang, Banjarmasin, Jambi, Mataram dan Bandar Lampung. Ekspansi Go-Jek ini secara tak langsung akan mengancam transportasi lokal di kota-kota itu, karena seperti yang terjadi di Jakarta, Go-Jek dan layanan sejenis menjadi transportasi pengumpan (feeder) andalan untuk menuju transportasi jenis bus dan kereta. Aplikasi Go-Jek itu sendiri sejauh ini telah diunduh sebanyak 40 juta kali di platform Android dan iOS. Sekitar pertengahan 2017, mereka mengatakan memiliki mitra pengemudi sebanyak 250.000. Lawan kuat Go-Jek di Indonesia, yaitu Grab dan Uber, sejauh ini lebih memilih untuk memperkuat diri di Jakarta sebagai tempat pertarungan terpanas. Sekalipun melakukan ekspansi, Grab dan Uber memilih untuk menjajaki terlebih dahulu kota-kota besar di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Aplikasi GrabCar. (Foto: Yulius Satria Wijaya/Antara )
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan