• 5

Gojek Tutup Pusat Pengembangan Aplikasi di Yogyakarta

Gojek Tutup Pusat Pengembangan Aplikasi di Yogyakarta



GO-JEK

Pasukan pengemudi ojek online GO-JEK. (Foto: www.instagram.com/gojekindonesia/)
Perusahaan peranti lunak Gojek mengambil keputusan berat dengan menutup pusat pengembangan teknologi aplikasi yang berada di Yogyakarta pada pekan lalu. Lokasi ini sebelumnya dikenal sebagai Go-Jek Tech Valley.
Seorang sumber internal di Gojek mengatakan kepada kumparan, penutupan kantor ini akan dilakukan per akhir Desember 2016. Dengan begini pusat pengembangan aplikasi Gojek kini tersisa di dua lokasi, yaitu Jakarta dan Bangalore, India.
Manajemen Gojek mengajak para pemrogram dari Yogyakarta itu untuk pindah kerja ke Jakarta, tetapi menurut sumber kumparan, hanya sebagian kecil yang mengambil tawaran itu. Sisanya memutuskan mundur dari Gojek.
Dalam sebuah pernyataan, Gojek menolak disebut melakukan penutupan kantor di Yogyakarta. Mereka menyebut langkah ini sebagai upaya integrasi dan konsolidasi pusat pengembangan dan engineering yang berbasis di Jakarta.
"Dengan konsolidasi tim engineering ini, kami percaya interaksi tim engineering Go-Jek da proses belajar anggota tim akan semakin kuat dan baik," tulis manajemen Gojek.
Gojek melakukan pengembangan teknologi ke India sejak kuartal ketiga 2015 dengan merekrut sejumlah pemrogram di Bangalore. Di sana, banyak pemrogram yang dipercaya menangani isu backend pada aplikasi Gojek.
Perusahaan yang dipimpin oleh Nadiem Makarim sebagai CEO itu, juga memperluas sayap bisnisnya di India dengan mengakuisisi startup Pianta yang menyediakan jasa kesehatan pada September lalu. Langkah ini dilakukan demi menyediakan layanan pengantaran barang kesehatan GoMed sekaligus memperkuat aplikasi di luar jasa transportasi.

TeknologiRidesharingTransportasi OnlineGoJek

500

Baca Lainnya