• 1

Masa Jabatan Berakhir, Presiden Kongo Diminta Mundur

Masa Jabatan Berakhir, Presiden Kongo Diminta Mundur



Presiden Kongo, Joseph Kabila

Joseph Kabila menyapa warganya saat merayakan kemerdekaan negaranya di Kindu, Kongo. (Foto: John Bompengo)
Sejumlah suara tembakan terdengar di beberapa distrik di Kinshasa, Kongo, Selasa (20/12) waktu setempat dalam aksi protes warga menuntut Presiden Kongo Joseph Kabila mundur dari jabatan setelah mandatnya berakhir pada Senin malam.
Menurut pantauan kantor berita Reuters di berbagai bagian ibukota Republik Demokratik Kongo, terjadi suara tembakan secara berulang dan para pemuda termasuk mahasiswa melakukan pembakaran ban sambil orasi di jalan.
Beberapa saksi juga mengatakan kepada Reuters bahwa mahasiswa turut membakar ban di sekitar kampus.
Demonstran di distrik Kalamu, Matete, dan Lingwala, serta Universitas Kinshasa, meniup peluit sebagai tanda meminta Presiden Kabila mundur dari jabatan karena memang sudah tiba waktunya.
Kendati terdengar suara tembakan, sejauh ini belum ada laporan korban luka dalam aksi unjuk rasa ini.
Saat-saat seperti ini merupakan tantangan terbesar Kabila sejak ia mengambil alih kekuasaan di Kongo pada 2001 setelah ayahnya meninggal dunia dan memenangkan dua kali pemilihan presiden.
Kelompok oposisi meminta Presiden Kabila untuk mundur guna menghindari kekacauan dan pertumpahan darah. Kelompok oposisi juga berulang kali berkata akan meluncurkan gelombang protes sipil untuk memaksa Kabila mundur.
Protes yang terjadi hari ini juga menuding presiden berusia 45 tahun itu berupaya mempertahankan kekuasaan.
Para pendukung Presiden Kabila berjanji pemerintah akan segera menyelenggarakan pemilihan umum secepat mungkin untuk 70 juta warga Kongo. Saat ini pemilihan umum tak dapat diselenggarakan lantaran masalah logistik dan keuangan, kata pendukung Kabila.
Mahkamah Konstitusi setempat telah memutuskan bahwa Presiden Kabila dapat tetap berkuasa sampai pemilu berikutnya.

AfrikaKongoJoseph KabilaDemonstrasi

500

Baca Lainnya