• 4

Masuk AS, Wisatawan Diminta Serahkan Akun Media Sosial

Masuk AS, Wisatawan Diminta Serahkan Akun Media Sosial



Pegawai Imigrasi Amerika Serikat

Pemeriksaan imigrasi di Amerika Serikat. (Foto: US Customs and Border Protection/ www.cbp.gov)

Konten yang dipublikasi di media sosial kadang memberi informasi tentang siapa kita. Konten tersebut bisa mengungkapkan selera fesyen, preferensi makanan kesukaan, kecenderungan politik, bahkan memberi informasi agama. Dan, itulah sebabnya kantor imigrasi Amerika Serikat (AS) mulai menanyakan akun media sosial wisatawan yang masuk ke negaranya.
Kantor Imigrasi dan Bea Cukai AS mulai meminta akun aktif media sosial para wisatawan asing, termasuk Facebook, Twitter, LinkedIn, bahkan Google+.
Ini merupakan kebijakan baru imigrasi AS yang dirancang sejak Juni lalu dan berlaku opsional untuk wisatawan yang mengisi informasi diri lewat visa sistem elektronik ESTA (Electronic System for Travel Authorization).
Seorang juru bicara pemerintah mengatakan kepada Politico, langkah ini dilakukan untuk "mengidentifikasi potensi ancaman."
Para aktivis di AS mengkritik aturan baru ini yang menurut mereka harus dibarengi dengan pedoman jelas serta transparan. Aturan baru juga berpotensi memunculkan pelanggaran keamanan informasi akibat aksi pengumpulan dan penyimpanan akun media sosial oleh pemerintah.
Untuk sekarang, pencantuman informasi akun media sosial belum bersifat wajib. Informasi soal akun media sosial ini juga belum bisa dijadikan dasar bagi petugas imigrasi dalam menolak masuk wisatawan ke AS.

TeknologiMedia SosialWisatawanAmerika SerikatImigrasi

500

Baca Lainnya