• 0

Merek Ponsel BlackBerry Diserahkan ke TCL China

Merek Ponsel BlackBerry Diserahkan ke TCL China



BlackBerry

Sejumlah lini produk ponsel pintar BlackBerry. (Foto: Pixabay/CC0 Public Domain)
BlackBerry memang telah berhenti memproduksi ponsel pintar sendiri, tetapi perusahaan asal Kanada itu masih meraih untung dari bisnis ponsel lewat lisensi merek yang diberi ke perusahaan lain. Upaya itu kini telah menemukan titik terang.

BlackBerry mempercayakan perusahaan TCL Communication Technology Holdings asal China untuk jadi pemegang lisensi itu, yang berarti akan memproduksi dan penjual perangkat mobile merek BlackBerry secara global.

Perangkat BlackBerry buatan TCL bakal diberi nilai tambah berupa peranti lunak keamanan dan layanan BlackBerry lain. TCL selama ini juga membuat perangkat mobile merek Alcatel.
Kesepakatan antara keduanya memberi hak kepada TCL menjual ponsel BlackBerry di berbagai dunia, kecuali India, Sri Langka, Nepal, Bangladesh, dan Indonesia, yang semua itu adalah basis pasar terbesar BlackBerry.

Pada September lalu di Indonesia, BlackBerry telah menandatangani kesepakatan lisensi dengan BB Merah Putih, untuk memproduksi, mendistribusikan, dan memberi layanan ponsel merek BlackBerry bagi pasar Indonesia.

BB Merah Putih merupakan perusahaan patungan yang dipimpin oleh perusahaan perangkat telekomunikasi PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, yang berafiliasi dengan perusahaan telekomunikasi milik negara, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom).

Selanjutnya, perusahaan BlackBerry yang berbasis di Ontario, Kanada, akan fokus pada pengembangan peranti lunak yang memberi pendapatan lebih besar.

Pada kuartal ketiga 2016, pendapatan BlackBerry dari bisnis peranti lunak adalah 156 juta dollar AS, turun dari 166 juta dollar AS dari kuartal sebelumnya. Sementara bisnis peranti keras menyumbang 105 juta dollar AS untuk pendapatan kuartal ketiga 2016.

Ponsel terkini BlackBerry yang dirilis secara global adalah DTEK60 berbasis Android dan dibuat di bawah perjanjian dagang dengan TCL.

Teknologi AndroidBisnis

500

Baca Lainnya