• 2

Saingi Gojek, Uber Sambangi Kota Malang

Saingi Gojek, Uber Sambangi Kota Malang



Uber

Aplikasi Uber di ponsel iPhone. (Foto: FreeStock via Pexels)
Perusahaan peranti lunak yang menyediakan jasa transportasi online, Uber, terus mengembangkan sayap bisnis di Indonesia. Setelah menyediakan layanan di lima kota, kini Uber resmi beroperasi di kota Malang mulai Selasa (20/2) yang selama ini hanya diisi oleh Gojek.
Sejauh ini kota Malang baru kedapatan layanan mobil panggilan UberX yang mampu menampung empat orang. Warga setempat masih harus menunggu untuk mendapatkan ojek motor panggilannya. Pihak Uber belum menjawab pertanyaan kumparan terkait waktu kehadiran UberMotor di kota itu.
"Melalui aplikasi mobilitas Uber, warga dan pengunjung kota Malang kini dapat menekan satu tombol dan mendapatkan perjalanan dengan mobil dari layanan UberX dalam hitungan menit," tulis Uber dalam siaran pers.
Kehadiran UberX di Malang menandingi layanan Gojek yang sebelumnya telah menyambangi kota itu sejak Mei 2016.
Selagi UberMotor belum masuk kota itu, Gojek bebas melenggang dan nampaknya akan memanfaatkan waktu untuk menambah jumlah mitra pengemudi ojek dan mengakuisisi pengguna sebanyak mungkin.
Layanan UberX sendiri berupaya menggaet penumpang di kota itu dengan meluncurkan tarif promo yang berlaku mulai hari ini sampai 18 Januari 2017 untuk perjalanan pertama dengan memasukkan kode khusus.
Sebelum di Malang, Uber juga telah beredar di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.
Gojek sejauh ini tercatat sebagai layanan penyedia transportasi online terbesar, yang bukan hanya ada di Pulau Jawa, tetapi juga di Pulau Sumatera bahkan Makassar.
Grab juga pesaing ketat Uber dan Gojek di Indonesia, yang dengan berani menggelontorkan porsi investasi terbesarnya ke Indonesia dibandingkan lima negara lain di Asia Tenggara.
Indonesia diprediksi akan jadi pasar transportasi online terbesar di Asia Tenggara pada 2025, dengan nilai mencapai 5,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 74,1 triliun, menurut riset Google dan Temasek Holdings. Sementara itu nilai pasar transportasi online di Indonesia pada 2015 mencapai 800 juta dollar AS atau Rp 10,5 triliun.

TeknologiTransportasi OnlineRidesharingUber

500

Baca Lainnya