• 1

ZTE Axon M, Ponsel Android Dua Layar Bisa Dilipat

ZTE Axon M, Ponsel Android Dua Layar Bisa Dilipat


ZTE Axon M

ZTE Axon M. (Foto: ZTE)
Dahulu, ada kala tren ponsel flip yang tampak elegan dengan dua layar, di bagian dalam serta di bagian luar. Tetapi layar ponsel flip waktu itu masih bersifat terlihat pemisah yang jelas antara layar utama dengan layar pendukung. Biasanya layar pendukung hanya menampilkan gambar seadanya, atau hitam-putih.
Hari ini, Rabu (18/10), sebuah merek asal China mencoba untuk kembali membangkitkan ponsel lipat. Dia hadir dengan sistem operasi Android, punya dua layar sentuh yang keduanya bisa disebut utama karena punya fungsi serupa, dan punya engsel yang memungkinkan ponsel itu dilipat-lipat.
Merek itu adalah ZTE, melalui ponsel lini terbarunya Axon M.
Layar yang pertama pada ponsel ini ada di bagian depan berukuran 5,28 inci, dan satunya lagi di belakang seluas 5,2 inci. Ada perbedaan memang, tapi sangat tipis. Kedua layar ponsel ini telah dilindungi oleh lapisan anti-gores Gorilla Glass 5, namun tetap dianjurkan untuk berhati-hati terutama untuk layar yang ditempatkan di bawah.

ZTE Axon M

ZTE Axon M. (Foto: ZTE)
Desain kedua layar ini mau tak mau membuat ukuran Axon M menjadi lebih tebal seukuran 12,1 mm dan memiliki bobot 230 gram. Sebagai perbandingan, ponsel Google Pixel 2 dengan layar 5 inci memiliki tebal 7,8 mm dan bobot 143 gram.
Spesifikasi lainnya adalah resolusi 1080p, memakai prosesor Qualcomm Snapdragon 821 (yang notabene adalah cip andalan tahun lalu), RAM 4 GB, baterai 3.180 mAh, dan kamera belakang 20 megapixel.
Engsel pada ponsel ini memungkinkan layar kedua terbuka lalu ditempatkan tepat di samping layar utama. Kedua layar ini juga bisa saling terhubung dari sisi kinerja.
Ada beberapa keunikan jika dua layar ini disandingkan, karena Axon M bisa membuka dua aplikasi berbeda di kedua layarnya. Pengguna juga bisa memposisikannya seperti tenda untuk menampilkan konten yang sama di kedua layar. Bahkan, di sini juga bisa dilakukan layar pertama membuka video di YouTube dan yang satu lagi membuka film di aplikasi Netflix.
ZTE berkata Axon M menggunakan fitur split-screen default dari Android yang memungkinkan banyak fungsi layar ganda dan memastikan aplikasi-aplikasi Android terbaik berjalan di kedua layar ini.
ZTE bukanlah perusahaan pertama yang mencoba desain macam ini, karena sebelumnya sudah ada Kyocera Echo yang pada 2011 silam membuat ponsel serupa. ZTE berpendapat ide ini lebih baik karena ponselnya jauh lebih hebat dari sisi peranti keras dan peranti lunak, serta mendukung multitasking.
Menurut rencana, ZTE akan menjual Axon M di pasar Amerika Serikat serta Jepang sebelum akhir tahun 2017. Harganya bisa jadi setara dengan ponsel premium yang ada di pasar.


TeknologiSmartphoneAndroidZTE

500

Baca Lainnya