Konten dari Pengguna

Good Looking Sebagai Anugrah Tuhan atau Musibah?

Afif Nashrul
Seorang kader muda untuk umat dan bangsa yang memiliki nama Afif Nashrul Affandy, Manusia yang berupaya untuk bisa menjadi inspirasi untuk sekitarnya, Demi menjadi menantu idaman. Mahasiswa Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah JKT
3 Juli 2025 9:11 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Good Looking Sebagai Anugrah Tuhan atau Musibah?
Tulisan ini berisi tentang Good Looking sebagai Anugerah Tuhan atau Musibah?
Afif Nashrul
Tulisan dari Afif Nashrul tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Wajah Rupawan (sumber: https://www.freepik.com/free-photo/happy-good-looking-man-glasses-pointing-finger-left_9902382.htm">Image by cookie_studio on Freepik</a>)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wajah Rupawan (sumber: https://www.freepik.com/free-photo/happy-good-looking-man-glasses-pointing-finger-left_9902382.htm">Image by cookie_studio on Freepik</a>)
ADVERTISEMENT
Di zaman sekarang, penampilan fisik sering dianggap sebagai "tiket emas" menuju kesuksesan. Wajah tampan atau cantik dipuji, dicari, bahkan kadang dijadikan patokan untuk menilai seseorang. Tapi, pernah nggak sih kita mikir: apakah penampilan menarik itu selalu membawa kebaikan? Bisa jadi justru sebaliknya di balik wajah rupawan, ada tekanan dan tuntutan yang tidak kelihatan.
ADVERTISEMENT
Faktanya, jadi good looking punya dua sisi: bisa jadi anugerah, tapi juga bisa menjadi beban. Semua tergantung bagaimana kita menyikapinya, terutama dalam kacamata agama yang mengajarkan pentingnya rasa syukur.
Good Looking Sebagai Anugerah
Dari sisi psikologi, orang yang menarik secara fisik seringkali mendapat perlakuan lebih baik. Ini dikenal sebagai halo effect, yaitu kecenderungan orang untuk menganggap bahwa seseorang yang menarik pasti juga pintar, baik, atau bisa diandalkan.
Karena itu, orang good looking sering lebih mudah diterima dalam pergaulan, lebih percaya diri, dan punya lebih banyak peluang di dunia kerja atau sosial. Makanya banyak yang menganggap penampilan menarik itu sebagai anugerah yang memudahkan hidup.
Tapi, Bisa Jadi Musibah
Sayangnya, penampilan menarik juga punya sisi gelap. Banyak orang yang terlihat sempurna dari luar, ternyata menyimpan tekanan batin. Mereka merasa harus selalu tampil sempurna agar tidak "jatuh" dari ekspektasi orang lain.
ADVERTISEMENT
Belum lagi stereotip negatif: dianggap cuma modal tampang, tidak cerdas, atau hanya suka pamer. Akibatnya, mereka sering merasa tidak dihargai secara utuh sebagai manusia yang punya isi dan karakter.
Beberapa orang bahkan mengalami stres, kecemasan, dan depresi karena tekanan untuk menjaga penampilan yang “ideal” di mata masyarakat.
Pandangan Islam: Syukur adalah Kuncinya
Dalam Islam, semua yang kita miliki adalah titipan dari Allah. Termasuk penampilan menarik. Allah berfirman:
Syukur dalam Islam bukan cuma ucapan "alhamdulillah", tapi juga diwujudkan lewat sikap dan perbuatan. Misalnya, tidak menyombongkan diri, tidak menggunakan kecantikan untuk hal sia-sia, dan malah menjadikannya sarana untuk berbuat baik.
ADVERTISEMENT
Dengan bersyukur, kita sadar bahwa kecantikan bukan milik selamanya kapan pun bisa diambil. Jadi, harus dijaga dan digunakan dengan bijak.
Cara Menyikapi Good Looking dengan Bijak
1. Terima Diri Apa Adanya
Tidak semua orang good looking, dan itu nggak masalah. Nilai manusia nggak ditentukan dari tampang, tapi dari hati dan akhlaknya.
2. Bersyukur Lewat Tindakan
Syukur artinya menjaga penampilan tanpa berlebihan, dan menggunakannya untuk memberi dampak baik bagi sekitar.
3. Bangun Karakter yang Kuat
Penampilan bisa pudar, tapi karakter akan bertahan. Fokus pada pengembangan diri dari dalam.
4. Jangan Terjebak Standar Kecantikan yang Toxic
Media sosial sering menampilkan standar kecantikan yang nggak realistis. Berani jadi diri sendiri itu jauh lebih sehat dan membahagiakan.
ADVERTISEMENT
Syukur Bikin Segalanya Lebih Indah
Menjadi good looking bukanlah sesuatu yang buruk. Tapi bagaimana kita menyikapinya yang menentukan, apakah jadi berkah atau beban. Kalau disyukuri dan dimanfaatkan dengan baik, ia bisa membawa banyak kebaikan. Tapi kalau hanya dijadikan sumber kebanggaan semu, bisa jadi musibah yang menyakitkan secara perlahan.
Intinya: syukur itu kunci. Dengan bersyukur, hati jadi tenang, hidup lebih lapang, dan penampilan pun jadi lebih bermakna.