Pengalaman Ikut Lomba Menulis di kumparan

Guru Sejarah SMAN 5 Magelang.
Konten dari Pengguna
17 Mei 2022 16:25
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Agus Siswanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengalaman Ikut Lomba Menulis di kumparan (135455)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu lomba menulis yang diadakan kumparan. (sumber: kumparan.com)
ADVERTISEMENT
Sebagai pendatang baru di platform kepenulisan kumparan, banyak hal yang saya dapatkan. Beberapa hal yang ditawarkan kumparan, menjadi tantangan sendiri bagi saya. Salah satu di antaranya adalah kurasi yang kumparan lakukan terhadap setiap tulisan yang masuk.
ADVERTISEMENT
Bagi saya sendiri yang bergelut di beberapa platform kepenulisan, hal ini sangat mengejutkan. Pasalnya di beberapa platform kepenulisan tidak berbayar yang saya ikuti, hal ini tidak terjadi. Tulisan seperti apa pun bentuknya, dari yang paling kacau sampai paling rapi, lancar jaya tayang di platform tersebut.
Namun ketika tulisan saya mencoba menembus platform kepenulisan berbayar, kurasi dari tim redaksi luar biasa ketatnya. Banyaknya naskah yang masuk, membuat tulisan kita harus mempunyai nilai plus agar dapat tampil. Nah, ketika tulisan kita tampil, ada 2 kepuasan yang muncul di dada kita. Pertama, bangga karena mampu menaklukkannya. Sedangkan yang kedua, dana transfer-an yang bisa buat traktir teman-teman kantor.
Di kumparan, hal ini tidak terjadi. Kurasi ketat yang diterapkan, tidak diikuti dengan sejumlah dana atau honor bagi penulisnya. Harusnya hal ini membuat para penulis kapok dan malas mengirim tulisan. Tapi kenyataannya, hal ini tidak terjadi. Berbagai tulisan tetap mengalir deras ke tim editor kumparan. Bagi para penulis atau yang disebut juga kontributor, ternyata justru hal ini menjadi tantangan.
ADVERTISEMENT
Demikian juga pada diri saya. Beberapa tulisan yang bisa tampil di kumparan, membuat beberapa teman kagum. Dasar kekaguman mereka adalah karena setiap tulisan yang tayang, pasti telah melalui kurasi yang ketat dari tim redaksi. Artinya, tulisan kita kualitasnya bukan asal-asalan.
Pengalaman menarik lain, terjadi juga saat saya mengikuti lomba penulisan yang diadakan oleh kumparan. Dari tiga kali lomba yang saya ikuti, nama saya hanya berada di luar 5 besar, alias tidak menang. Bagi saya tidak mengapa, bisa memeriahkan saja sudah senang.
Nah, suatu ketika secara iseng-iseng saya buka tulisan salah seorang teman yang ada di posisi 5 besar. Keisengan ini muncul melihat jumlah komentar yang mencapai ratusan. Ketika saya membuka bagian komentar, ada hal menarik di situ. Pada bagian itu terdapat satu nama dengan begitu banyak komentar. Dan ajaibnya komentar yang disampaikan, sama persis. Saya pikir hal ini karena error pada sistem.
ADVERTISEMENT
Dugaan saya ternyata salah. Saat saya membuka tulisan peserta lain, ternyata hampir sama juga kasusnya. Bedanya pada peserta lain satu nama, tapi dengan komentar berbeda-beda. Sehingga ketika satu orang memberikan 10 komentar, jika ada 10 orang maka sudah jelas ada 100 komentar muncul di tulisan itu.
Saya sempat pingin protes dengan model seperti ini. Di beberapa lomba lain yang pernah saya ikuti, konsep yang digunakan one man one vote. Artinya, setiap orang hanya berhak untuk satu komentar saja. Namun ketika saya membaca aturan main yang berlaku, yang mengatakan bahwa penentuan poin didasarkan perpaduan jumlah pembaca, like yang diberikan, dan interaksi yang ada, berupa komentar pada tulisan itu, maka saya urungkan niat itu. Karena apa yang mereka lakukan bukanlah sebuah kesalahan. Termasuk di antaranya ada komentar yang mengajak orang-orang untuk mencapai jumlah tertentu dalam upaya meningkatkan jumlah komentar pada sebuah tulisan. Namun menurut hemat saya, mungkin akan lebih fair jika semua berjalan alami.
ADVERTISEMENT
Tapi apa pun yang terjadi, kumparan tetap menawan bagi saya pribadi. Beberapa tulisan yang bisa tampil di kumparan, membuat nama saya di antara teman komunitas kepenulisan semakin berkibar. Terima kasih, kumparan!
Lembah Tidar, 17 Mei 2022
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020