Perbedaan Pendapat Ulama Mengenai Jumlah Makmum Salat Jumat

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Konten dari Pengguna
7 Juni 2022 19:46
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari agustinanandaf tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Suasana Salat Jumat. Foto: Shutterstock.com/MuhammadTeguhPujianto
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Salat Jumat. Foto: Shutterstock.com/MuhammadTeguhPujianto
ADVERTISEMENT
Salah satu salat yang wajib dikerjakan oleh kaum laki-laki adalah salat jumat. Salat jumat berbeda dengan shalat berjama’ah biasa yang cukup dilakukan minimal dengan dua orang yaitu Imam dan Makmum. Shalat jumat memiliki bilangan jama’ah tertentu. Kitab Tausyikh, Syarah Fathul Qarib, hal. 79 menyebutkan bahwa salah satu syarat sahnya shalat jumat adalah harus dikerjakan minimal oleh 40 jama’ah beserta imam. Jika jumlah kurang dari 40 jama’ah, maka tidak sah.
ADVERTISEMENT
Salat jumat merupakan salat berjama’ah yang dilaksanakan pada hari jumat waktu dzuhur, dalam batasan wilayah negeri atau kampung. Setelah dua khutbah dan tidak didahului oleh jamaah lain disatu kampung. Pelaksanaan shalat jumat, terdapat ketentuan yang berbeda karena perbedaan mazhab yang perlu dipahami agar shalat jumat yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang dicontohkan nabi Muhammad SAW.

Lalu berapa jumlah minimal jama’ah salat jumat menurut para ulama?

Ulama berbeda pendapat tentang jumlah jama’ah salat jumat. Beberapa ulama menyebutkan salat jumat sah atau boleh dengan dua orang makmum. Namun Abu Hanifah berpendapat jumlah yang sah adalah minimal terdapat tiga orang makmum. Hal ini berdasarkan hadis dari Thabrani yang menyebutkan bahwa “Jumat itu wajib bagi setiap desa yang ada padanya seorang imam, walaupun penduduknya hanya ada empat orang”.
ADVERTISEMENT
Imam Syafi’I dan Imam Ahmad Bin Hambal berpendapat bahwa salat jumat sudah sah jika diikuti minimal 40 orang. Beliau beranggapan bahwa orang yang keluar dari masjid untuk melihat dagangannya, kemudian kembali lagi hingga jumlah jamaah menjadi 40 lagi. Lalu nabi Muhammad SAW melanjutkan kembali khutbahnya dan salat jumat bersama mereka (40 orang).
Beliau berpendapat seperti itu atas dasar firman Allah SWT dalam QS. Al-Jumuah (62): 9 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. Sedangkan menurut Imam Malik, jika jumlah jama’ah kurang dari 40 sholat jumat tetap sah, namun dengan syarat jumlah jama’ah tidak hanya tiga atau empat jama’ah saja. Jumlah minimal jamaah ini sekiranya bisa menjadikan satu kampung.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan pendapat imam mazhab tersebut dapat disimpulkan bahwa agama tidak menetapkan batasan jama’ah salat jumat, hanya saja tergantung kepada mazhab yang digunakan oleh jama’ah tersebut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020