Sejarah dan Evolusi Sony Playstation Merajai Industri Konsol Game

Saya adalah seorang mahasiswa semester 6 Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta yang memiliki ketertarikan terhadap sesuatu hal yang baru!
Konten dari Pengguna
9 April 2022 20:46
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Ahsanal Alpha Riyadil Jinan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Sony Playstation telah melewati sejarah dan evolusi yang sangat panjang hingga dinobatkan sebagai salah satu konsol game terlaris yang pernah ada mengalahkan Microsoft Xbox dan Nintendo. Melalui Playstation, Sony berhasil memainkan peranan yang sangat vital dalam perkembangan industri video game dan menjadi bagian dari pop culture.
ADVERTISEMENT
Seluruh pencapaian yang berhasil diraih Playstation ini dimulai pada tahun 1988 yang pada saat itu industri video game sedang dikuasai oleh Nintendo dengan produk NES-nya. Berlanjut ke tahun 1990, Sony yang sama sekali belum menciptakan konsolnya sendiri masih bekerja sama dengan Nintendo dalam memproduksi audio chip untuk Nintendo Super NES.
Di tahun yang sama pula, Sony bersama dengan Philips mengembangkan CD-ROM yang dianggap mampu bekerja lebih optimal dibanding kaset konvensial pada saat itu dan berniat untuk membawa konsep CD-ROM tersebut ke dalam Super NES dengan nama Super Disc. Namun sayangnya, ide tersebut ditolak oleh pihak Nintendo karena alasan kurangnya rasa percaya terhadap Sony.
Karena penolakan tersebut, Sony akhirnya mengumkan konsol game pertamanya dengan nama Play Station di acara CES 1991 yang berlangsung di Chicago. Namun sayangnya karena beberapa masalah teknis dan juga fokus Sony yang pada saat itu masih diarahkan terhadap Sony Music dan Sony Pictures, akhirnya Play Station tidak berhasil dirilis secara komersil dan hanya terjual tidak lebih dari 200 unit.
Playstation X. Foto: Nik from Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Playstation X. Foto: Nik from Unsplash
Setelah beberapa rintangan yang Sony hadapi, akhirnya CEO Sony pada saat itu menunjuk Ken Kutaragi untuk fokus mengerjakan proyek Sony Computer Entertainment yang akhirnya membuat Kutaragi dianggap sebagai "bapak" dari Playstation hingga saat ini. Tiga tahun setelahnya yaitu pada tahun 1994, Sony mengumumkan perilisan "The Original Playstation" atau Playstation X di Jepang yang menandakan dimulainya kompetisi konsol generasi kelima karena Nintendo juga ikut merilis konsol terbarunya, yaitu Nintendo64 beberapa saat setelahnya.
ADVERTISEMENT
Setelah perilisan tersebut, Sony berhasil menjual Playstation X dengan angka yang sangat fantastis, yaitu sebanyak lebih dari 100 juta unit yang membuat Sony Computer Entertainment menjadi divisi paling sukses di dalam perusahaan Sony. Keberhasilan tersebut tentunya berasal dari inovasi yang dilakukan Sony karena mereka untuk pertama kalinya menerapkan format CD ke dalam konsol ciptaannya. Berbanding terbalik dengan Nintendo yang pada saat itu masih menggunakan format kaset konvensional yang akhirnya membuat Nintendo64 hanya sanggup terjual sebanyak 32 juta unit.
Playstation 2. Foto: Nikita from Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Playstation 2. Foto: Nikita from Unsplash
Beralih ke tahun 2000, dominasi Playstation dalam merajai kompetisi konsol generasi keenam terus berlanjut setelah dirilisnya Playstation 2. Pada tahun tersebut, konsol mulai melibatkan internet sebagai bagian dari video game yang diawali oleh SEGA melalui konsol Dreamcastnya. Namun meskipun inovasi tersebut dimulai oleh SEGA, mereka harus rela memberhentikan produksinya karena kalah pamor oleh kehadiran Playstation 2 yang hingga akhir periode produksinya di tahun 2013 berhasil terjual lebih dari 150 juta unit.
ADVERTISEMENT
Namun segala keberhasilan yang telah diraih Sony bukan tanpa masalah. Pada saat Playstation 2 dirilis, demand terhadap konsol tersebut sangatlah tinggi sedangkan stock yang tersedia cukup terbatas hingga akhirnya membuat harga jual kembalinya menjadi sangat-sangat tinggi dan bahkan pernah menyentuh angka 1000 USD di E-Bay. Masuk ke kompetisi konsol generasi ketujuh, Microsoft memulainya dengan merilis Xbox 360 pada tahun 2005 dan disusul oleh Playstation 3 yang baru dirilis pada tahun 2006 di Jepang dan Amerika Utara.
Playstation 3. Foto: Nikita from Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Playstation 3. Foto: Nikita from Unsplash
Pada Playstation 3, Sony mulai mengenalkan teknologi baru bernama Blu-ray Disc dan menjadi konsol pertama yang menawarkan FullHD video support. Namun sayangnya, perilisan Playstation 3 mendapat sentimen yang cukup negatif dari masyarakat karena dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding pesaing-pesaingnya. Selain itu, meskipun Sony menawarkan inovasi teknologi yang lebih baik dibanding pesaingnya, kompetisi konsol generasi ketujuh akhirnya dimenangkan oleh Nintendo Wii yang berhasil terjual dengan angka lebih dari 100 juta unit. Unggul 20 juta unit dari Playstation 3 dan Xbox 360 yang hanya bisa terjual di angka 80 juta unit.
Playstation 4. Foto: Nikita from Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Playstation 4. Foto: Nikita from Unsplash
Karena kekalahan pada kompetisi konsol generasi ketujuh, Sony kembali mencoba peruntungan dengan merilis Playstation 4 sebagai konsol generasi kedelapan yang akhirnya penjualan paling tinggi berhasil mereka dapatkan karena Playstation 4 berhasil terjual hingga angka 114 juta unit per tahun 2020 mengalahkan Xbox One dan Nintendo Wii U.
ADVERTISEMENT
Keberhasilan Sony dalam menjadikan Playstation sebagai raja konsol tentu tidak terlepas dari inovasi dan teknologi yang terus dikembangkan agar selalu terlihat fresh. Saat ini, babak baru kompetisi konsol generasi kesembilan antara Sony dengan Playstation 5-nya dan Microsoft dengan Xbox Series X-nya masih akan terus berlanjut sampai waktu yang belum diketahui.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·