Tekno & Sains
·
23 Juli 2021 8:47
·
waktu baca 2 menit

Bedah Kajian Geografi Lembaga Geografi (1): Peta Pandemi dan SIG untuk Vaksin

Konten ini diproduksi oleh Aji Putra Perdana
Dari kemarin hingga pagi ini (23/07) saya membaca berita di kumparan mengenai daftar sejumlah daerah yang kehabisan vaksin, makin menggugah saya ke bahan tulisan yang tertolak terkait bedah kajian yang dilakukan oleh tim geografer senior.
ADVERTISEMENT
Temanya waktu itu mengangkat isu vaksin dari sudut pandang seorang geografer. Banyak masukan-masukan bagus dan lengkap, terutama optimalisasi pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam program vaksinasi.
Awal bulan Maret 2021, LembaGa Geografi (Ga-Geo) The Sukendra Martha Institute for Geography membagikan Serial Kajian Geografi Ke-23 dengan tema Distribusi Vaksin.
Bedah Kajian Geografi Lembaga Geografi (1): Peta Pandemi dan SIG untuk Vaksin (359512)
searchPerbesar
ilustrasi vaksinasi. Photo by CDC on Unsplash
Sepertinya rasa haus dan penasaran saya akan terjawab dengan membaca tulisan ini, gumam saya pertama kali melihat file tersebut yang dibagikan via grup WhatsApp (WA) Alumni Geografi UGM.
Seketika itu saya pun langsung menghubungi dan mengapresiasi Pak Sukendra Martha sebagai sosok dibalik keberadaan lembaga tersebut, beliau adalah staf pengajar Geografi Lemhannas RI (yang saya ketahui semenjak bertemu terakhir dengan beliau di Badan Informasi Geospasial [BIG]).
ADVERTISEMENT
Membaca lebih dalam Serial Kajian Geografi ini menggugah saya untuk mencoba menyampaikan ringkasan isi dan ulasan ringan dari tulisan yang ada. Semoga dapat memberikan gambaran bagi pengambil kebijakan, sekaligus bagi kita sebagai masyarakat umum dan rekan-rekan media massa.
Penggunaan Peta dalam Penanganan Pandemi COVID-19
Sebagaimana kita ketahui bahwa fenomena pandemi COVID-19 menjangkau seluruh negara di dunia dan peta sebaran kasus pun menjadi hal dasar yang lazim dimiliki oleh tiap negara, bahkan hingga pada level kabupaten/kota di Indonesia telah memiliki peta.
Bedah Kajian Geografi Lembaga Geografi (1): Peta Pandemi dan SIG untuk Vaksin (359513)
searchPerbesar
ilustrasi membaca peta. Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash
Peta yang disajikan dalam sebuah dashboard maupun peta sebaran kasus yang dijadikan sebagai info grafis dalam media sosial, seperti Instagram, Facebook, maupun Twitter.
Pertanyaan saya di awal terjadinya pandemi COVID-19 di Indonesia, adalah Perlukah Peta Sebaran Kasus Corona Se-Indonesia? yang telah dilansir dalam kolom opini detik.com.
ADVERTISEMENT
Kalimat penutup dalam tulisan tersebut adalah Pandemi tak kenal batas geografi, tapi tracking lokasi kasus Covid-19 dapat didekati dengan analisis geografi.
Kalimat tersebut juga berlaku untuk distribusi vaksin yang dapat didekati dengan analisis geografi, karena pandemi memang tak kenal batas geografi.
Dalam kajian geografi atau sudut pandang geografer tentunya tidak sekedar berhenti pada apa (what) dan dimana (where). Akan tetapi, konsep 5W 1H juga berlaku tentunya dengan pendekatan khas geografer yaitu prinsip interaksi, interelasi, dan interdependensi melalui pendekatan keruangan (spatial approach), ekologis (ecological approach), dan kompleks kewilayahan (regional complex approach).
Lalu, bagaimana implementasinya terkait isu distribusi vaksin? Mari masuk ke ringkasan isi dan ulasan kajian.
Pertanyaan tersebut dijawab dengan apik dan ringkas dalam Serial Kajian tersebut. Tantangan pemberian vaksin di Indonesia sudah tidak lagi berkutat pada kepastian halal tidaknya vaksin, namun terdapat pada pendistribusiannya.
ADVERTISEMENT
Aspek-aspek distribusi seperti transportasi, kelembagaan, penyimpanan vaksi dengan suhu tertentu, vaksinator, logistik, kesuliatan medan geografis; kesemuanya itu adalah tantangan yang perlu dikaji dan dicari jalan keluarnya.
Tulisan Serial Kajian tersebut membuka kajiannya dengan gambaran umum pandemi COVID-19 dan kelembagaan di tingkat internasional (WHO). Kemudian, daya tariknya adalah Gambar Lingkup Peran Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk penanganan COVID-19.
Gambar tersebut menjelaskan bahwa terdapat dimensi geografis dalam penanganan COVID-19 yang memerlukan kacamata atau perspektif interdisiplin, dari kesehatan, matematika, hingga ilmu sosial.
Peran Geografer dan Analisis SIG
Muncul peran geografer dalam kapasitas sebagai analis geospasial yang memiliki kemampuan menggunakan SIG, punya keilmuan geografi, dan pemahaman terhadap peta.
Terdapat 5 contoh komponen yang dapat disiapkan oleh geografer/analis geospasial tersebut dalam membantu pengambil kebijakan, perencanaan, hingga mobilisasi penduduk di antaranya: analisis spasio-temporal, geografi sosial dan kesehatan, variabel lingkungan, data mining, dan web-based mapping.
ADVERTISEMENT
Penyajian peta berbasis web (web-based mapping) adalah salah satu komponen yang dapat kita lihat dari situs resmi pemerintah. Sedangkan untuk keempat komponen lainnya, belum tentu telah diimplementasikan dengan baik dan inilah yang menjadi tantangan bagi kita untuk berkontribusi.
Bersambung...
Referensi Utama:
Lembaga Geografi (Ga-Geo). Distribusi Vaksin. SMI Policy Paper 23, Vol. III, No. 1, Maret 2021. ISSN 2655-8696. The Sukendra Martha Institute for Geography.