Pencarian populer

Benfica yang Mengubah Nemanja Matic

Matic tidak akan lupakan Benfica. (Foto: Andrew Yates/Reuters)

Nasib seseorang memang tidak ada yang tahu. Awalnya bukan menjadi apa-apa, jalan hidup bisa saja mengubah seseorang menjalani nasib yang tak ia sangka-sangka.

Ini adalah cerita singkat soal Nemanja Matic. Dahulu, ia sempat tak berpendar di Chelsea dan tampak akan menjalani pengasingan untuk waktu yang lama. Namun, justru di sinilah nasibnya berubah.

Pada sebuah bursa transfer musim dingin, tepatnya pada 31 Januari 2011, Matic berganti kostum dari Chelsea ke Benfica. Matic menjadi bagian dari transfer David Luiz yang bergabung dengan The Blues saat itu juga.

Keputusan Matic untuk pindah ke Benfica akhirnya terbukti tidak buruk-buruk amat. Toh di Chelsea --saat musim 2008/09 hingga 2010/11-- dia juga tidak mendapatkan kesempatan bermain yang banyak. Malah, pemain asal Serbia ini dipinjamkan ke klub asal Belanda, Vitese Arnhem.

Oleh pelatih Benfica waktu itu, Jorge Jesus, posisi Matic diubah. Bila sebelumnya Matic tampil lebih menyerang --terkadang dimainkan sebagai playmaker-- oleh Jesus, ia diubah menjadi seorang gelandang bertahan.

"Ketika pertama kali saya datang ke Benfica, manajer Jorge Jesus memberitahukan saya di hari pertama bila saya akan bermain di posisi nomor enam atau sebagai gelandang bertahan," jelas Matic.

"Pertamanya itu menyulitkan untuk saya. Pasalnya, saya tidak tahu apakah saya bisa bermain di posisi itu. Namun, perlahan, saya berlatih dengan tim dan manajer menjelaskan kepada saya bagaimana melakukan hal itu. Setelah bekerja dengan cukup keras, sekarang saya berada di Manchester United. Jadi, rasanya saya telah melakukan pekerjaan dengan baik," lanjut Matic.

Meski kini sudah berlabuh di Manchester United, Matic tetap tidak lupa kepada klub yang telah membesarkan namanya. Selama kurang lebih tiga setengah musim membela Benfica, Matic telah memberikan satu gelar Liga Portugal dan tiga gelar Piala Portugal.

"Benfica adalah tim yang spesial yang sangat saya cintai. Di Benfica, saya belajar banyak tentang sepak bola dan tentang tekanan menghadapi tim besar, karena mereka adalah salah satu klub terbaik di Eropa," tutur pemain dengan nomor punggung 31 ini.

"Mereka (Benfica) telah mendapatkan tempat spesial di hati saya. Namun, di Liga Champions, saya berharap kami bisa mengambil poin dari mereka," ujar Matic seraya tersenyum.

Nemanja Matic jadi kunci di lini tengah MU. (Foto: Reuters/Andrew Yates)

Kamis (19/10/2017) dini hari WIB, Matic akan kembali ke Estadio da Luz bersama United. Sejauh ini, posisi Matic sebagai holding midfielder belum tergantikan. Kedatangan Matic telah membuat "Iblis Merah" jadi kesebelasan yang baik; ia memberikan keseimbangan di lini tengah mereka, membuat gelandang-gelandang ofensif United jadi bebas berkreasi.

Sekarang, akankah Matic kembali dan memberi mimpi buruk untuk Águias?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: