Pencarian populer
Mencari Kiper Modern untuk Timnas U-22
Kiper baru Timnas U-22 Nadeo Argawinata bersama Pemain Timnas U-22 melakukan sesi latihan di lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Penjaga gawang modern tidak cuma dituntut mengagalkan peluang dengan tangannya. Kemampuan melepaskan operan lewat kaki juga dibutuhkan karena mulai banyak tim yang melakukan build-up sejak bawah mistar.
Lihat saja sejumlah kiper di Eropa kini, seperti Manuel Neuer, Alisson Becker, Ederson Moraes, dan Marc Andre ter-Stegen. Empat nama ini memiliki kemampuan distribusi bola yang patut diacungi jempol. Bahkan, tak jarang mereka mengawali serangan berbahaya dari timnya.
Sosok penjaga gawang modern atau sering disebut sweeper-keeper juga menjadi kebutuhan pelatih Indra Sjafri di Timnas U-22 Indonesia. Itulah yang menjadi pertimbangan Indra dalam menyeleksi empat kiper untuk Piala AFF U-22 2019 mendatang: Nadeo Argawinata, Awan Setho, Satria Tama, serta Muhammad Riyandi.
"Kualitas penjaga gawang yang kami miliki bagus-bagus. Kami harus memiliki penjaga gawang yang tak hanya pandai menangkap bola, tetapi juga harus bisa build-up," ucap Indra kepada awak media di Lapangan Madya.

Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri bersama Pemain Timnas U-22 melakukan sesi latihan di lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Lantas apakah empat penjaga gawang di Timnas U-22 saat ini memenuhi kriteria tersebut?
Kalau memantau kiprah mereka saat dua pekan menjalani pemusatan latihan, keahlian melakukan operan masih jarang terlihat. Hanya kemampuan membendung tembakan dan mengantisipasi bola udara yang tampak dari keempat penjaga gawang. Kebetulan, postur mereka yang menjulang cukup mendukung hal tersebut.
Kendati begitu, para penjaga gawang itu tidak mau begitu saja menyerah. Nadeo Argawinata, misalnya, tetap berhasrat memetik pelajaran baru demi memenuhi kebutuhan Indra akan kiper modern.
"Saya masih mau menambah ilmu saya. Menurut saya, tidak ada kata puas,. Semua harus berusaha mengeluarkan kemampuan paling baik," ucap Nadeo ketika diwawancara oleh awak media.

Kiper baru Timnas U-22 Nadeo Argawinata. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
"Perlu diingat, persaingan ini sangat ketat. Semua ingin menunjukkan yang terbaik. Semua ingin menunjukan yang maksimal, kemampuan yang dia punya. Jadi dari pertama hingga sekarang kondisi tetap sama tetap ketat," ucapnya lagi.
Sama dengan Nadeo, Satria Tama juga terbuka akan pelajaran-pelajaran baru. Meskipun, dia sempat merasakan era kepelatihan Luis Milla yang mengedepankan sosok sweeper-keeper dalam permainan kaki ke kaki di Timnas U-23.
"Kalau saya, sih, bilangnya bukan persaingan. Tapi, pasti yang menentukan semua pelatih yang penting di sini kami semua belajar bareng menunjukkan kualitas masing-masing. Kalau ada yang kurang sama-sama membenarkan," ucap Tama.
Well, menarik memang melihat siapa yang akan berdiri di bawah gawang Timnas U-22 di gelaran Piala AFF Februari mendatang. Kualitas masing-masing tidak berbeda jauh. Mungkin kecepatan belajar menjadi seorang sweeper-keeper yang akan menentukan kans masuk skuat Timnas U-22 di turnamen nanti.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: