Pencarian populer

Hak Berekspresi Zakki Amali hingga Robot Pembaca Berita Televisi

Ilustrasi Wartawan (Foto: Pixabay)

Lima persoalan berbeda dibahas dalam lima user story terpilih Aksara edisi ini: dari persoalan hak berekspresi jurnalis Zakki Amali hingga hadirnya robot pembawa acara di China. Simak nukilan kelima user story tersebut berikut ini.

1. SAFEnet Minta Pemerintah Lindungi Hak Berekspresi Jurnalis Zakki Amali

Zakki Amali, jurnalis dari Semarang, sedang menghadapi upaya tuntutan hukum pencemaran nama baik daring karena 4 artikelnya di media daring serat.id, pada 30 Juni 2018 lalu berisi dugaan plagiasi Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman.

Dalam artikel investigasi yang ditulis oleh Zakki Amali tersebut, Fatur Rokhman diduga menjiplak artikel 'Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas' yang terbit dalam prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (Kolita) 1 Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta tahun 2003.

2. Sejarah Panjang Action Figure

Mattel mulai memperkenalkan sosok boneka perempuan yang diberi nama Barbie di tahun 1959. Nama tersebut diberikan Ruth Handler, sebagai pendiri Mattel, karena terinspirasi dari nama anak perempuannya, yaitu Barbara.

Sejak saat itu, boneka Barbie dikenal sebagai ikon mode remaja yang mendunia dengan baju-bajunya yang dapat diganti-ganti. Popularitas yang dimiliki Barbie kemudian membuat orang-orang mulai mencari mainan serupa yang dapat dimainkan oleh anak laki-laki.

3. Simulasi Sidang Dewan Keamanan PBB tentang Situasi di Rwanda

Jum’at lalu, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri juga menggelar simulasi sidang DK PBB yang dilakoni oleh 20 orang peserta diklat Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) angkatan ke-62.

Mereka adalah 20 orang diplomat madya yang telah bertugas di Kemlu selama lebih dari 10 tahun dan sedikitnya telah ditempatkan satu kali di Perwakilan RI di luar negeri. Diklat Sesdilu adalah salah satu syarat kenaikan pangkat/golongan dan gelar diplomatik bagi seorang diplomat madya.

4. China Jadikan Robot Pembaca Berita, Era Robot Gantikan Manusia?

Baru-baru ini, kantor berita di China mencatat sejarah baru dengan mempekerjakan robot sebagai news anchor (pembaca berita). Dinamai 'English AI Anchor', robot tersebut diprogram fasih membacakan berita untuk pemirsa Xinhua News Agency.

AI Anchor memiliki perawakan seperti pria dewasa, lengkap dengan kaca mata persegi panjang ikonik. Mengutip dari situs Xinhua, English AI Anchor dilengkapi fitur ekspresi wajah dan diklaim mampu bertindak layaknya manusia saat di depan kamera.

5. Ironi Guru, Direndahkan dan Dimuliakan

Salah satu guru kami mengatakan bahwa pintar tidak jadi jaminan, bodoh juga bukan jadi penghalang. Sehingga pintar saja tidak cukup untuk menjamin orang tersebut bisa sukses, begitupun dengan kebodohan jangan sampai menjadi penghalang kita untuk meraih kesuksesan.

Di tengah kesuksesan saat ini, kita tidak boleh melupakan peran guru kita yang ikhlas dan penuh kesabaran mendidik kita. Mulai dari tidak bisa membaca sampai kita bisa membaca, dari tidak bisa menghitung sampai kita bisa menghitung, dari tidak tahu sampai kita menjadi tahu. Dan itu memerlukan proses kesabaran dalam mendidik.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35