kumparan
28 Des 2018 4:44 WIB

Menyelami Tsunami Selat Sunda hingga Politik Amien Rais

Pantauan udara dampak pasca tsunami di Kecamatan Sumur, Banten. (Foto: Resnu Andika/kumparan)
Bencana tsunami di Anyer dan Lampung menyita bayak perhatian, berbagai stakeholder memberikan bantuan baik morel maupun material. Ada juga yang mengkritisi buruknya penanganan bencana yang dilakukan pemerintah, atau pengalaman para wartawan saat meliput di tempat bencana.
ADVERTISEMENT
Setidaknya, ada tiga story yang membicarakan tsunami Selat Sunda. Berikut selengkapnya.
1. Refleksi Akhir Tahun 2018: Isu Palestina hingga OTT KPK
Meski memiliki banyak tantangan, namun memasuki tahun keempat pemerintahan Joko Widodo-Yusuf Kalla, situasi ekonomi, sosial, politik, dan keamanan relatif stabil.
Menuju akhir tahun 2018, dinamika politik di dalam negeri memang cenderung semakin memanas. Ada sejumlah gerakan atau aksi yang membuat sebagian masyarakat tidak nyaman. Kondusifitas sejumlah daerah pun sempat terganggu akibat manuver politik.
Kendati demikian, saya memastikan bahwa stabilitas negara sangat kondusif, baik di penghujung tahun ini maupun sepanjang 2019 mendatang. Lebih dari itu, bersama TNI dan Polri, pemerintah serta DPR juga memastikan bahwa penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 akan berlangsung aman dan damai. Pemilihan anggota legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) tetap akan menjadi pesta demokrasi sekaligus menjadi ruang bagi semua komponen masyarakat melaksanakan kedaulatannya.
ADVERTISEMENT
2. Sutopo dan Komunikasi Bencana
Krisis sejatinya sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dalam kehidupan kita, terlebih bencana alam dan sejenisnya. Dalam sejumlah definisi, krisis bermakna the turning point for better or worse. Titik balik untuk lebih baik atau lebih buruk. Manusia dalam kadar tertentu bisa memprediksi dan mengukur dampak krisis berdasarkan apa yang tampak, kemudian mencoba mengambil kesimpulan dari beberapa pola yang pernah ada di masa lalu.
G. Harrisan dan White & Mazur menyimpulkan bahwa krisis secara umum dapat disebabkan oleh dua sumber, yaitu dari dalam (internal) dan dari luar organisasi (eksternal). Sedangkan Lerbinger dalam bukunya The Crisis Manager: Facing Risk And Responsibility mengkategorikan krisis dalam beberapa jenis: bencana alam (natural disaster), teknologi krisis, konfrontasi, kedengkian (malevolence), krisis karena manajemen yang buruk (crisis of skewed management value), krisis adanya penipuan (deception), dan kesalahan manajemen (management misconduct).
ADVERTISEMENT
3. Cerita Jurnalis kumparan Terpencar saat Ada Kabar Tsunami Susulan
“Gelombang laut naik, warga lari ke gunung,” itulah pesan WhatsApp (WA) yang kukirim pertama kali ke grup editorial kumparan dari Pantai Sumur, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Banten. Saat itu sekitar pukul 14.35 WIB, Selasa (25/12), terdengar teriakan tsunami susulan mendekati pantai dengan gelombang lebih tinggi.
Kepanikan ada di mana-mana: warga, TNI, Polisi, reporter, hingga relawan berhamburan meninggalkan pantai menuju bukit. Pengendara saling berdesakan, bunyi klakson di mana-mana. Orang tua sibuk mencari anaknya, TNI dan Polisi juga menggendong warga yang tidak sanggup berlari.
4. Menengok Kesemrawutan Penanganan Bencana di Pandeglang
Sabtu malam, 22 Desember 2018, tsunami menerjang Selat Sunda. Sejumlah daerah di Banten dan Lampung terkena dampaknya, bangunan-bangunan rusak, pohon-pohon tumbang, manusia terombang-ambing. Untuk wilayah Banten sendiri, salah satu daerah yang terkena dampak paling parah adalah Kabupaten Pandeglang.
ADVERTISEMENT
Sebagai putra asli Pandeglang, teman saya Ahmad Emil Mujamil, merasa terketuk pintu hatinya untuk turun langsung ke lokasi yang terkena dampak tsunami. Memang, keluarga dan kerabat dekatnya selamat dari tsunami lantaran kampung halamannya jauh dari pantai. Akan tetapi, bagi pria yang akrab disapa Emil itu, semua orang Pandeglang sudah seperti keluarga baginya.
5. Amien Rais di Antara Nasionalisme dan Islamisme
Desakan mundur Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, oleh sejumlah pihak pendiri partai berlambang matahari ini memberikan kesan sangat kuat terhadap kekhawatiran mereka atas 'Islamisme' (gerakan politisasi agama) yang sejauh ini dicitrakan pada diri Amien Rais.
Manuver politik Amien di PAN seolah membawa parpol besutan aktivis Muhammadiyah ini semakin ekslusif, kental nuansa 'politisasi agamanya', bahkan seolah Amien dan PAN terus memanfaatkan simbol keislaman secara formal demi meraih keuntungan kekuasaan.
ADVERTISEMENT
----------------
Baca story selegkapnya dengan meng-klik setiap tautan di atas.
Ikuti juga Aksara kumparan di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan