Pencarian populer

Statistik Malware Indonesia Q1 2018

Adware dan PUP merajalela, hati2 dengan Ransomware

Gambar 1, Malware Indonesia kuartal 1 2018.
Ancaman malware di Indonesia pada kuartal pertama 2018 diramaikan dengan mengganasnya Adware 30,7 % danPUA Potentially Unwanted Application 18,44 % yang menguasai hampir 50 % dari seluruh aktivitas malware di kuartal 1 tahun 2018. Disusul olth gerombolan Trojan 11,68 %, generic malware 11,35 % dan malware old (lama) seperti Sality, Ramnit dan Conficker pada peringkat 5 sebanyak 10,42 %.
Meskipun Adware dan PUA merajalela dan secara de facto menjadi raja malware karena paling banyak terdeteksi, namun ransomware seperti Dharma dan Xorist yang berdampak sangat menyusahkan korbannya karena mengenkripsi data penting komputer korbannya masih tetap ditemukan menjalankan aksinya dan memakan banyak korban di Indonesia dan berhasil menempati peringkat 9 malware yang paling banyak mengganas di Indonesia. Bagi anda yang mengaktifkan Remote Desktop Protocol untuk server anda, harap ekstra hati-hati menerapkan TFA dan membatasi IP yang bisa melakukan remote untuk mencegah pengambilalihan dan enkripsi oleh ransomware. Disiplinkan diri melakukan backup pada data penting anda secara teratur karena hanya backup teratur dan bukan program antivirus yang bisa menjamin keamanan data penting anda.
Selain itu, malware miner yang secara diam-diam melakukan penambangan Bitcoin / mata uang kripto menggunakan sumberdaya (listrik dan prosesor) komputer korbannya juga mengalami peningkatan seiring dengan tingginya popularitas Bitcoin dan mata uang kripto di tahun 2018 ini dan berada di peringkat 7 dengan total infeksi sebanyak 4,13 %.
Karena perkembangan teknologi malware yang sangat cepat, maka malware baru jaman now memiliki kemampuan yang sangat cepat dalam mengubah dirinya dan sangat sulit bagi antivirus tradisional untuk mengikuti kemampuan malware yang sangat cepat merubah dirinya. Hal ini terlihat dari tingginya generic malware yang sebenarnya secara teknis masih belum pernah ditemui dan merupakan jenis malware baru, namun karena memiliki aktivitas yang mencurigakan, malware ini tetap berhasil dihentikan oleh Webroot. (lihat gambar 2)

Gambar 2, Webroot menghentikan malware baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya sebagai generic malware.

Guna mengantisipasi malware yang tidak terdeteksi, ada baiknya para pengguna komputer mempertimbangkan menggunakan antivirus yang memiliki kemampuan deteksi tinggi memanfaatkan teknologi real cloud sehingga dapat mendeteksi ancaman secara realtime tanpa tergantung pada update definisi antivirus lagi.

Tidak seperti jaman old dimana akan ada beberapa malware yang mampu menempati peringkat 10 besar malware, jenis malware yang beredar saat ini sangat banyak dan mencapai ratusan sehingga Vaksincom harus melakukan pemeringkatan berdasarkan kategori. Dan setiap kategori akan memiliki sub kategori ke setiap nama malware. Seperti diutarakan di atas, kategori malware yang paling banyak terdeteksi di Indonesia terlihat pada tabel 1 dan gambar 1 di atas :

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: