kumparan
30 Oktober 2019 15:23

Orang Maluku Tak Layak Jadi Menteri?

WhatsApp Image 2019-10-28 at 20.52.17.jpeg
Presiden Joko Widodo saat tiba di Bandara Pattimura Ambon, Minggu (27/10) malam. (Foto: istimewa)
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, alasan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) tidak mengakomodir orang Maluku masuk kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 karena belum ada sumber daya manusia (SDM) dari Maluku yang mumpuni.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut diakui Richard Louhenapessy saat dikonfirmasi terkait pertemuan internal antara Presiden Jokowi bersama Gubernur Maluku, Murad Ismail dan sejumlah Bupati dan Wali Kota saat berkunjung ke Maluku, Senin (28/10) lalu.
Kata Wali Kota, dalam rapat bersama tersebut, presiden jelas-jelas mengungkapkan hasratnya untuk menempatkan salah satu perwakilan Maluku dalam anggota kabinet baru Jokowi.
Namun, presiden juga mengaku bahwa hingga saat ini ia belum menemukan orang yang pas agar ditetapkan menjadi menteri dalam kabinetnya.
Menurut Richard, pernyataan presiden itu merupakan respon atas aspirasi yang disampaikan Gubernur Maluku, Murad Ismail. Sebelumnya, gubernur sempat mengirimkan surat dan bertemu secara langsung dengan Jokowi untuk mempertimbangkan sejumlah orang dari Maluku sebagai menteri.
"Pak presiden mengaku berhasrat untuk tempatkan orang Maluku dalam Kabinet, tapi beliau belum temukan siapa orangnya, namun dalam perjalanan jika ada orang yang tepat akan diakomodir," kata Wali Kota, Rabu (30/10).
ADVERTISEMENT
Dalam rapat terbatas itu, kata Richard, Jokowi sempat menyinggung ‘perang’ antara Gubernur Maluku Murad Ismail dan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait kebijakan moratorium yang merugikan masyarakat Maluku dan di tetapkannya daerah ini sebagai Lumbung Ikan Nasional.
Presiden Joko Widodo berjanji, bakal memberikan perhatian serius menyangkut Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang diperjuangkan Pemerintah Provinsi Maluku.
"Beliau bilang, ini kan yang membuat Pak Gubernur ribut sama Susi Pudjiastuti. Nanti kita (Pempus) lihat kedepan masalah LIN itu. Itu kata pak Presiden. Jadi perhatian Presiden itu cukup besar sekali, sehingga kita harus mengapresiasinya," kata Richard menirukan ucapan Jokowi.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan