News
·
5 November 2019 13:33

Pemerintah Maluku Tenggara Terapkan Penggunaan Tumbler

Konten ini diproduksi oleh
Pemerintah Maluku Tenggara Terapkan Penggunaan Tumbler  (39263)
Ilustarsi penggunaan tumbler (Foto: ambonnesia)
Ambonnesia.com-Ambon,-Sampah plastik merupakan masalah serius di dunia internasional. Saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua terbesar dalam memproduksi sampah plastik.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampah di Indonesia pada tahun 2019 diperkirakan mencapai 68 juta ton. Sebanyak 9,52 ton di antaranya berupa sampah plastik.
Hal ini yang mendorong Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) untuk mengkampanyekan bebas sampah plastik dengan memberikan 1.200 tumbler kepada Pemerintah Maluku Tenggara.
“Dukungan ini untuk lingkungan melalui Corporate Social Responsibility (CSR),” kata Wakil Ketua III LPJKN, John Paulus Pantouw, Selasa (5/11).
Menurutnya, sampah plastik bisa dikurangi dengan penggunaan tumbler yang gerakannya dimulai dari anak-anak usia sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Maluku Tenggara Alex Wiyono mengatakan, pemerintah daerah setempat sedang gencar melakukan pengurangan sampah plastik.
Ini dapat dilihat dengan adanya komunitas Trash Hero, Aliansi Pemuda Kota, yang juga mambantu pemerintah daerah mengurangi sampah.
ADVERTISEMENT
Bahkan pemerintah setempat telah mengeluarkan kebijakan dengan mengeluarkan instruksi kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bertanggung jawab mengelola lingkungan di setiap kecamatan.
“Setiap OPD diberikan tanggung jawab. Untuk satu kecamatan ada 2 sampai 3 OPD,” kata Alex.
Selain LPJKN, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku juga memberikan bantuan 100 tumbler, Bank Maluku–Maluku Utara di Kota Tual dan Langgur sebanyak 200 tumbler dan pengadaan 500 tumbler dari APBD.
Total 2.000 tumbler itu akan diberikan kepada anak-anak sekolah Adiwiyata dan 192 pejabat maupun kepala ohoi atau desa.
Diharapkan, pembagian tumbler itu dapat memberikan edukasi kepada kepala-kepala ohoi agar disampaikan kepada masyarakat tentang bahaya sampah plastik.