kumparan
KONTEN PUBLISHER
25 Mei 2019 20:33

Warga Muslim dan Kristen di Wilayah Bekas Konflik Buka Puasa Bersama

WhatsApp Image 2019-05-25 at 22.28.20.jpeg
Sekretaris Kota Ambon, A G Latuheru saat memberikan sambutan pada acara buka puasa bersama antar warga Kristen dan Muslim di Waringin, Sabtu (25/5) (Foto: istimewa)
Ambonnesia.com-Ambon,-Warga di kawasan Waringin, Kecamatan Nusaniwe terus berupaya membangun perdamaian dan toleransi berkelanjutan. Banyak kegiatan yang telah dilakukan demi menumbuhkan kepercayaan antara warga Muslim dan Kristen di wilayah itu.
ADVERTISEMENT
Salah satunya lewat buka puasa bersama yang digelar pada Sabtu (25/5). Buka puasa bersama merupakan kegiatan tahunan dengan tujuan merekatkan hubungan persaudaraan antara warga.
"Kita berharap di daerah-daerah yang warganya bercampur bisa melakukan kegiatan buka bersama seperti ini," kata Sekretaris Kota Ambon, A G Latuheru saat memberi sambutan.
Suasana buka puasa bersama terasa penuh kekeluargaan, tak ada perbedaan di sana, warga Kristen nampak duduk berbaur dan saling membantu menyiapkan makanan berbuka.
"Saya sangat mengharapkan hubungan seperti terus berjalan dengan baik. Agar kota Ambon menjadi aman dan damai," tuturnya.
Latuheru mengungkapkan, silaturahmi ini harus dijaga agar tidak ada alasan warga untuk bertikai, sehingga Ambon menjadi contoh untuk daerah lainnya dalam menjaga toleransi antar umat beragama.
ADVERTISEMENT
"Tidak ada alasan orang untuk bertikai kalau hubungan antar warganya dijaga dengan baik," katanya.
Waringin merupakan salah satu kawasan di Kota Ambon yang paling terdampak konflik 1999 hingga 2004 dan konflik 2011. Kawasan itu sempat porak-poranda akibat konflik lantaran merupakan wilayah perbatasan.
Pasca konflik, Warga Muslim maupun Kristen berupaya membangun rasa saling percaya. Hal ini dibuktikan keterlibatan warga saling membantu membersihkan tempat ibadah. Juga menjaga keamanan saat perayaan Natal dan Idul Fitri. (Mona)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan