Pengaruh Fenomena Korean Wave Terhadap Identitas Masyarakat di Indonesia

Undergraduate International Relation Student at Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Konten dari Pengguna
14 Juni 2022 15:15
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Amelia Fitria tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber: dokumentasi pribadi penulis
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: dokumentasi pribadi penulis
ADVERTISEMENT
Dewasa ini, fenomena Korean Wave atau lebih sering disebut sebagai “Hallyu”, tidak lagi asing di pendengaran masyarakat dunia. Fenomena ini merupakan salah satu fenomena global yang memiliki daya tarik tersendiri dalam memberikan pengaruhnya terhadap dunia global. Fenomena ini merupakan sebuah proses perkembangan serta penggabungan dari berbagai pengaruh, mulai dari budaya, ekonomi, dan juga masyarakat dari seluruh dunia. Korean Wave merupakan fenomena yang membentuk ruang bagi penyebaran budaya dari Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
Merebaknya fenomena ini dapat diamati dengan jelas mengenai bagaimana Korean Wave menjadikan kebudayaan dari Korea Selatan dikemas dengan menarik sehingga dapat memberikan pengaruh yang cukup besar dan signifikan dalam dunia global. Hal ini dapat dibuktikan dengan hampir sebagian masyarakat global dapat menerima pengaruh gelombang Korea dengan baik. Penyebaran dan pengaruh dari Korean Wave ini sangat terasa di wilayah Asia, khususnya di wilayah Asia Tenggara. Indonesia merupakan salah satu negara di wilayah Asia Tenggara yang menerima gelombang Korea ini sejak tahun 2011 silam.
Identitas merupakan sebuah keadaan yang didalamnya terdapat kepercayaan, penampilan, ekspresi, kualitas dan berbagai kondisi yang sama yang menjadikan ciri khas dari seseorang maupun kelompok. Korean Wave yang telah menyebar ke berbagai negara di dunia tentu memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap sebuah identitas. Penggemar dari Korean Wave ini didominasi oleh anak-anak muda. Rata-rata penggemar anak muda ini masih dapat dipengaruhi mengenai bagaimana identitas yang akan mereka pilih untuk dijadikan sebagai ciri khas atau penampilan yang akan mereka gunakan.
ADVERTISEMENT
Korea Selatan mulai melebarkan sayapnya dengan mengekspor industri hiburan mereka ke negara-negara yang memiliki kedekatan secara geografis khususnya kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Hingga saat ini, Asia Timur dan Asia Tenggara merupakan target pasar yang cukup besar bagi Korea Selatan, salah satunya adalah Indonesia. Indonesia memiliki peminat untuk Korean Wave yang cukup tinggi. Seperti yang dilansir oleh Korean Foundation for International Culture Exchange, bahwa Indonesia berada pada posisi ke-4 yang memiliki peminat ataupun ketertarikan terhadap Korean Wave.
Berawal dari perkembangan Korean Drama dan Korean Pop yang menjamur di Indonesia, semakin menumbuhkan dan menyatukan jaringan penggemar dari Korean Wave dari berbagai daerah di Indonesia. Pengaruh ini semakin besar dikarenakan peminat dari Korean Wave ini juga mengikuti perkembangan dengan melakukan cover song, cover dance, hingga mempraktikkan berbagai kosakata baru Bahasa Korea yang dipelajari melalui Korean Drama. Banyak sekali penggemar biasanya melakukan cover song dan cover dance dari grup Korean pop idola mereka. Selain untuk memberikan support kepada idola mereka, melakukan cover song dan cover dance juga berpeluang agar para penggemar dapat dilihat oleh idola mereka. Para penggemar juga membuat basis penggemar sebagai tempat perkumpulan bagi mereka untuk memberikan dukungan terhadap idola mereka masing-masing. Bahkan mereka juga sering melakukan berbagai kegiatan seperti menonton konser bersama, membeli merchandise, membuat acara untuk merayakan hari ulang tahun idola, dan masih banyak kegiatan lainnya. Konser grup Korean Pop pun sangat laris di tanah air dengan rentang harga yang cukup kompetitif.
ADVERTISEMENT
Pengaruh dari Korean Wave terhadap identitas masyarakat di Indonesia dapat dilihat dari gaya hidup. Perubahan-perubahan mendasar seperti bagaimana cara berpakaian, cara memoles diri, cara menghibur diri dan bahkan hingga berpengaruh pada kebiasaan sehari-hari secara signifikan. Kebiasaan ini antara lain seperti makan dengan menggunakan sumpit yang sama seperti yang ada pada Korean Drama, makan makanan khas korea yang menggugah selera karena tergiur dari apa yang ditampilkan dalam Korean Drama, menggunakan produk skin care dan make up dari Korea, membeli berbagai aksesori dan mengikuti mode untuk menyamai atau menyerupai idola kesukaan, hingga belajar hangul atau alfabet korea beserta kosakata yang bahkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara pandang pun dapat berubah seiring dengan terjadinya asimilasi sehingga lebih terbuka dalam berbagai lini kehidupan. Belakangan ini, berbagai peneliti melakukan penelitian bahwa Korean Wave dapat memberikan dampak baik bagi seseorang. Banyak penggemar yang merasa bahwa mereka merasa lebih bahagia dan dapat bangkit dari kesedihan dengan lagu-lagu Korean Pop ataupun melalui hiburan dari Korean Drama.
ADVERTISEMENT
Referensi:
Fithratullah, M. (2019). Globalization and Culture Hybridity: The Commodification on Korean Music and its Successful World Expansion. In. D. Ekawati, et al (eds,): Proceeding of The American Studies International Conference 2018, Vol.2, pp. 83-89 UGM Digital Press Social Sciences and Humanities, Yogyakarta (2019).
Henry. (2021). Indonesia Tempati Urutan ke-4 Penggemar Korean Wave Terbesar di Dunia. Retrieved June 11, 2022, from https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4678671/indonesia-tempati-urutan-ke-4-penggemar-korean-wave-terbesar-di-dunia
Heryanto, Ariel. (2015). Identitas dan Kenikmatan Politik Budaya Layar Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).
Pramadya, T & Oktaviani, J. (2016). Hallyu (Korean Wave) as Part of South Korea’s Cultural Diplomacy and Its Impact on Cultural Hybridity in Indonesia. Jurnal Dinamika Global, Vol.1, No. 1, Juni 2016. 89-97.
ADVERTISEMENT
Sarajwati, M. K. A. (2020). Fenomena Korean Wave di Indonesia. Retrieved June 11, 2022, from https://egsa.geo.ugm.ac.id/2020/09/30/fenomena-korean-wave-di-indonesia/u
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020