Bahaya Konsumsi Minuman Manis yang Berlebihan, Ketahui Apa Saja Dampaknya

Saya merupakan mahasiswa aktif di UPN Veteran Jakarta Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Akuntansi.
Konten dari Pengguna
30 September 2022 18:28
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Amira Zahrani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
pixabay.com
ADVERTISEMENT
Kedai minuman-minuman kekinian mulai banyak tersebar di Indonesia. Mulai dari boba, kopi kekinian, dan teh dengan berbagai macam pilihan rasa. Selain rasanya yang enak dan tampilannya yang menarik, harganya pun relatif murah. Hal ini membuat minuman-minuman kekinian banyak disukai dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dan orang tua. Namun, apakah minuman-minuman kekinian tersebut baik untuk dikonsumsi secara terus menerus?
ADVERTISEMENT
Jika dilihat dari tampilannya, minuman-minuman kekinian tersebut sangat menggugah selera. Akan tetapi, siapa sangka jika jumlah gula yang terkandung di dalamnya sangat banyak? Contohnya, dalam satu gelas boba berukuran regular bisa mengandung 34,36 gram gula. Padahal, batas konsumsi gula harian yang disarankan adalah tidak lebih dari 50 gram. Dengan mengonsumsi satu gelas boba saja sudah memakai lebih dari setengah batas konsumsi gula harian. Lalu, apa saja yang akan terjadi bila seseorang terus menerus mengonsumsi minuman kekinian yang mengandung banyak gula?
Seperti yang kita semua ketahui, segala hal yang berlebihan itu tidak baik, termasuk dalam hal mengonsumsi gula. Jika kandungan gula yang masuk ke dalam tubuh tidak dikontrol, maka akibatnya adalah tubuh akan dengan mudah terserang berbagai penyakit. Apa saja penyakit yang dapat ditimbulkan?
ADVERTISEMENT
1. Diabetes
Diabetes sudah tidak asing lagi di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang tua saja, tetapi juga bisa menyerang anak remaja. Selain karena keturunan, penyakit ini dapat ditimbulkan karena konsumsi gula yang berlebihan sehingga membuat organ pankreas rusak dan tidak bisa memproduksi insulin lagi.
2. Gangguan ginjal
Ketika seseorang tidak mengontrol jumlah konsumsi gula harian yang masuk ke dalam tubuhnya, maka itu akan memicu penyakit diabetes. Saat sudah terkena penyakit diabetes, tidak menutup kemungkinan seseorang akan terkena gangguan ginjal jika gulanya tidak terkontrol.
3. Obesitas
Obesitas adalah penumpukan lemak berlebih pada tubuh. Jika kita mengonsumsi gula dalam jumlah yang banyak, gula yang berlebih itu akan berubah menjadi lemak. Hal ini lah yang dapat memicu terjadinya obesitas.
ADVERTISEMENT
Selain yang sudah disebutkan di atas, masih banyak lagi dampak yang dapat ditimbulkan akibat mengonsumsi gula secara berlebihan. Sebenarnya, mengonsumsi minuman kekinian boleh saja, tetapi harus dalam batas yang wajar. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menghindari dampak-dampak yang telah disebutkan di atas, yaitu:
1. Mengurangi konsumsi minuman kekinian
Dimulai dengan mengurangi konsumsi minuman kekinian, kita dapat mencegah berbagai risiko penyakit. Mengonsumsi minuman kekinian boleh saja, tetapi harus dibatasi setidaknya hanya dua kali dalam satu bulan.
2. Olahraga teratur
Agar mengimbangi kadar gula yang masuk ke dalam tubuh, kita harus melakukan olahraga secara teratur agar gula yang berubah menjadi lemak akan dibakar seiring dengan pergerakan olahraga yang kita lakukan untuk mencegah terjadinya obesitas.
ADVERTISEMENT
3. Membeli minuman dengan request kadar gulanya
Ketika membeli minuman kekinian, kita boleh request kadar gulanya agar tidak terlalu manis. Mulai dari 25%, 50%, atau 75% dari jumlah total gula normalnya.
Jadi, mengonsumsi minuman kekinian boleh saja. Akan tetapi, harus dengan batasan gula yang normal untuk menghindari dampak yang dapat ditimbulkan. Jika sudah terkena dampaknya, diri sendiri juga yang akan menyesal kemudian.
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020