Bola & Sports
6 April 2020 2:14

Rooney Sebut Pemerintah Inggris Sudutkan Pesepak Bola di Tengah Pandemi Corona

Wayne Rooney saat berkostum Derby County. Foto: Getty Images/Nathan Stirk

Wayne Rooney jengkel dengan pemerintah Inggris yang seakan menyudutkan pesepak bola di tengah wabah virus corona. Mantan pemain Manchester United itu menganggap pihak pemerintah seperti lari dari tanggung jawab dengan melempar permasalahan kepada pesepak bola yang bermain di Inggris.

Mengutip Goal International, beberapa hari lalu, Sekretaris Kesehatan Inggris, Matt Hancock, menyebut agar pesepak bola berkontribusi membantu krisis yang kini dialami oleh semua negara dengan melakukan pemotongan gaji.

Namun, berkat pernyataan tersebut, Rooney tampaknya kesal karena pemerintah Inggris terlihat menyudutkan pesepak bola.

"Jika pemerintah mendekati saya untuk memberikan dukungan dan membeli ventilator, saya akan membantu dengan senang hati selama uangnya digunakan dengan baik," ucap Rooney.

Wayne Rooney saat berkostum Derby County. Foto: Getty Images/Nathan Stirk

Seperti diketahui, akibat wabah virus corona, pesepak bola Inggris disebut harus membantu krisis yang kini dialami Negeri Ratu Elizabeth tersebut. Namun, bagi Rooney, permasalahan pemotongan gaji seakan menyudutkan pesepak bola karena dianggap memiliki gaji fantastis.

Selain itu, Rooney menganggap pesepak bola kini menjadi sasaran empuk. Dengan kata lain, pemerintah dinilai memaksa otoritas sepak bola Inggris untuk membuat aturan dengan memotong gaji pemain.

"Posisi saya saat ini sangat bisa membantu secara finansial. Namun, tak semua pesepak bola di posisi yang sama seperti saya. Selain itu, para pemain harus memotong gaji sebanyak 30 persen. Mengapa pesepak bola menjadi kambing hitam?" tutur Rooney.

Keputusan memotong gaji pemain sebanyak 30 persen tampaknya sangat tidak diterima oleh Rooney. Pemain Derby County itu menilai pemerintah malah menyudutkan pesepak bola ketimbang memberi solusi cara menyudahi pandemi virus corona. (fre)

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan