News
·
24 Juni 2021 16:57
·
waktu baca 3 menit

Gubernur Jateng Setuju Bandara Ngloram Diganti Jadi Bandara Abdurrahman Wahid

Konten ini diproduksi oleh Berita Bojonegoro

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Ilustrasi: Pesawat jet jenis Hawker 900 XP PC-KR, saat lakukan pendaratan di Bandara Ngloran, Blora, beberapa waktu lalu. (foto: priyo/beritabojonegoro)

Blora - Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo SH MIP, dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Blora, Kamis (24/06/2021), menyatakan persetujuan dan dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora untuk mengganti nama Bandara Ngloram menjadi Bandara Abdurrahman Wahi (Gus Dur).

ADVERTISEMENT

Hal tersebut disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo saat melakukan pemantauan penanganan pandemi COVID-19 di rumah sakit dan tempat isolasi perpusat di Kabupaten Blora.

“Ya, kami setuju dan Pemprov Jateng siap mendukung agar Bandara Ngloram yang kini sedang diselesaikan diganti menjadi Bandara Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Nanti dibikin saja patung Gus Dur yang besar di depan bandara,” ucap Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, keputusan tersebut merupakan langkah yang bagus. Selain untuk menghormati dan menghargai jasa Gus Dur untuk Indonesia, juga menjadi sejarah yang baik bagi Blora. Selain itu, pihaknya juga mendukung upaya percepatan penyelesaian pembangunan terminal bandara dan jalan masuk.

“Saya tadi sudah diskusi dengan Bupati, Mas Arief. Beliau sudah beberapa kali lobi dengan maskapai penerbangan. Inshaa Allah akan segera terwujud. Bandara di Cepu Blora ini masuk salah satu PR saya yang harus segera selesai setelah Bandara Purbalingga. Ada satu lagi Bandara Dewadaru Karimunjawa,” kata Ganjar menambahkan.

ADVERTISEMENT

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat lakukan kunjungan kerja di Kabupaten Blora, Kamis (24/06/2021). (foto: istimewa)

Sementara itu, Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi, menyampaikan alasan menggunakan nama Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai nama baru Bandara Ngloram, karena selain selain sebagai Presiden RI ke-4, Gus Dur juga merupakan Bapak Pluralisme Indonesia yang dikenal dunia.

Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan keluarga Gus Dur. Dirinya berharap dengan kebesaran nama tokoh Gus Dur, Blora juga bisa semakin besar dan dikenal dunia.

"Cabang Nahdlatul Ulama yang pertama di Indonesia juga adanya di Kabupaten Blora, dipimpin Mbah Maksum Kidangan Jepon. Almarhum Gus Dur juga sempat ke sini sebelum beliau menjadi Presiden,” ungkap Bupati Arief Rohman.

Terkait usulan Gubernur Ganjar Pranowo yang menyarankan untuk membangun Patung Gus Dur di depan bandara, Bupati akan segera berkoordinasi dengan Satker Bandaranya.

ADVERTISEMENT

"Mohon doanya semoga Agustus 2021 ini bisa selesai semua. Kita berharap nanti bisa diresmikan langsung Bapak Presiden, Pak Menteri, dan Pak Gubernur,” kata Bupati Arief Rohman.

Usai bertemu dengan Gubernur Jatengacara, Bupati Blora langsung meeting terbatas dengan Kepala UPBU Dewadaru, Ariadi Widiawan, dan perwakilan Kementerian Perhubungan, dan Kepala Satker Bandara Ngloram, Abdul Rozaq.

Untuk diketahui, nama Ngloram yang sebelumnya dijadikan nama bandara merupakan nama desa tempat dibangunnya bandara tersebut. Sama halnya dengan Bandara di Purbalingga, yang tadinya bernama Bandara Wirasaba (nama desa di Purbalingga), diganti menjadi Bandara Jendral Besar Sudirman. (teg/imm)

Reporter: Priyo SPd

Editor: Imam Nurcahyo

Publisher: Imam Nurcahyo

Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com