Rencana Kenaikan Cukai Rokok Dikhawatirkan Turunkan Daya Beli Masyarakat

Pemerintah berencana menaikkan kembali tarif cukai rokok di tahun depan. Namun, hal ini mendapat penolakan dari berbagai pihak karena dikhawatirkan menggerus daya beli masyarakat.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Mujiburohman mengatakan, harga pangan hingga BBM saat ini sudah tinggi. Jika tarif cukai rokok juga ikut naik, ia khawatir inflasi akan tinggi dan omzetnya justru menurun.
“Pedagang pasar mengeluhkan kenaikan harga rokok, karena modalnya besar tetapi daya beli masyarakat menurun. Jadi kami menolak segala jenis kenaikan harga yang membuat masyarakat makin susah, termasuk kenaikan cukai,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (7/9).
Kenaikan cukai rokok menjadi masalah bagi pedagang pasar karena memicu kenaikan harga di pasaran. “Pedagang pasar dan masyarakat kelas bawah mengeluh,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Organisasi APPSI Don Muzakir mengatakan, survei yang dilakukan di 13 pasar di Indonesia menunjukkan, pedagang pasar yang menjual rokok mengeluhkan pendapatannya berkurang setiap kali cukai naik.
Masalah kenaikan harga dan cukai, katanya, berdampak kepada semua sektor, buruh, petani, dan pedagang. “Bukan hanya di pasar sini, kawan-kawan di daerah juga. Kami juga ada komunikasi dengan petani dan buruh tembakau terkait ini,” katanya.
Dia mengatakan bahwa kenaikan cukai dan harga rokok sangat berpengaruh terhadap pendapatan pedagang pasar. “Kenaikan rokok itu sangat mengurangi pendapatan kami. Modal untuk rokok itu besar.” katanya.
