Bola & Sports
29 Mei 2020 0:15

Efek Samping Talenta Sancho: Tekanan untuk Diri Sendiri

Jadon Sancho merayakan gol ke gawang Bayer Leverkusen. Foto: Reuters/Leon Kuegeler

Elu-elu untuk Jadon Sancho belum berhenti. Pemuda Inggris yang menjadi penggawa Borussia Dortmund ini diincar oleh sejumlah klub raksasa. Dua di antaranya adalah Manchester United dan Bayern Muenchen.

Akan tetapi, nama besar tidak selamanya menyenangkan. Rekan setim Sancho, Thomas Delaney, menyebut bahwa puja-puji itu melahirkan tekanan. Jika tak bisa mengendalikan diri, bukan tak mungkin ia terjungkal karena memikul beban yang berat.

Read more!

"Sancho merupakan salah satu talenta terhebat yang pernah menjadi rekan setim saya. Talenta seperti itu melahirkan tekanan. Saya pikir, ia mulai merasakannya dari Timnas Inggris. Sekarang, klub mengandalkannya," tutur Delaney kepada ESPNFC.

"Sampai sekarang ia masih tampil dengan sangat baik. Performanya lebih baik daripada yang diharapkan banyak orang. Namun, karier dan perkembangannya sebagai pemain belum selesai," jelas Delaney.

Usia yang masih muda tidak selalu bicara tentang permainan yang meledak-ledak. Pemuda 19 tahun itu memang menggebrak, tetapi gebrakannya bukan sempalan.

Jadon Sancho dengan trofi Piala Super Jerman 2019. Foto: Leon Kuegeler/Reuters

Keberadaan Sancho sangat penting buat Dortmund. Torehan 17 gol dan 20 assist di seluruh kompetisi menjadikan Sancho sebagai pemain Dortmund yang paling produktif saat ini.

Sancho memang ahlinya melakukan penetrasi dan menciptakan ruang serta peluang dari sisi tepi. Kreativitas, ketajaman, dan konsistensi, tiga unsur itulah yang membuat Sancho menjadi rebutan sejumlah klub raksasa.

"Dengan melihat kemampuannya saja, orang-orang percaya bahwa ia akan menjadi satu dari lima pemain terbaik di dunia," ujar Delaney.

Gelandang Schalke, Daniel Caligiuri (kiri), dan gelandang Dortmund, Thomas Delaney, berebut bola dalam Revierderby. Foto: AFP/Ina Fassbender

"Ada banyak talenta hebat yang terbuang. Namun, saya percaya Sancho sudah membuktikan pada dirinya sendiri bahwa kualitasnya tidak terbuang sia-sia," tutur Delaney.

"Usianya 19 tahun. Bersama Timo Werner dan [Robert] Lewandowski, ia menjadi salah satu pencetak gol tersubur di kompetisi liga. Pencapaian ini menakjubkan. Namun, ia harus tetap berusaha menjadi lebih baik lagi," jelas Delaney.

====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona.

loading...

Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan