Bola & Sports
6 April 2020 20:56

Martial Itu Pemain Gila, Fans Labil Jangan Berisik

Anthony Martial tajam lagi. Foto: Reuters/Lee Smith

Anthony Martial belakangan bermain lebih hidup bersama Manchester United. Martial membukukan 15 gol untuk 'Iblis Merah' di semua kompetisi musim 2019/20.

Masa baktinya di United pun cukup panjang: Lima tahun. Akan tetapi, hingga kini tampaknya Martial belum menjadi sebenar-benarnya kesayangan para suporter.

Malahan moncernya Martial cenderung menjadi progres kelas dua. Perhatian utama diberikan kepada Bruno Fernandes. Apa boleh buat, pemain yang didatangkan di paruh kedua 2019/20 itu memang hebat.

Kualitasnya tidak hanya bicara tentang produktivitas mencetak gol, tetapi juga kreativitas yang membikin kawan-kawannya subur, termasuk Martial. Intinya, Martial dan Fernandes nyetel banget.

Tak semua berpendapat demikian. Penyerang Watford, Troy Deeney, menjadi salah satu orang yang percaya bahwa Martial adalah pemain hebat. Baginya, Martial bukan pemain kelas dua.

Troy Deeney merayakan gol penalti ke gawang John Ruddy. Foto: Reuters/John Sibley

"Kok, bisa, sih, kalian enggak suka Martial? Dia pemain gila, lho! Dia mencetak gol melawan kami [Watford]. Ia bermain dengan performa sama saat melawan Burnley, tetapi tidak mencetak gol, lalu dia dicap pemalas. Begitulah fans yang labil," tutur Deeney, dilansir Goal.

"Dia bisa bermain dengan buruk, bahkan sentuhannya bisa kacau. Namun, dalam kondisi seperti itu pun dia bisa mencetak dua gol, lalu mereka [Manchester United] menang 2-0," lanjut Deeney.

Nah, di laga melawan Watford pada 23 Februari, United menang 3-0 dan Martial mencetak satu gol. Martial memantik sorak para penggemar United setelah mengelabui Ben Foster, kiper Watford, dengan sebuah cungkilan.

Pun saat Derbi Manchester pada 9 Maret. United kembali menunjukkan kelasnya di laga itu lewat kemenangan 2-0 atas Manchester City.

Anthony Martial harus terus pertahankan ketajaman. Foto: Reuters/Lee Smith

Martial membuka keunggulan lewat gol di babak pertama. Golnya juga mengasyikkan. Pemain berdarah Prancis itu menyambut umpan lob Fernandes dengan sepakan voli kaki kanan. Bola pun masuk ke gawang City via tiang dekat.

Kualitas Martial sebenarnya sudah terlihat sebelum kedatangan Fernandes. Bersama Marcus Rashford, mereka menjadi dynamic duo. Ketika Martial melebar, ruang kosong di area tengah akan menjadi wilayah kekuasaan Rashford.

Begitu juga saat Martial menusuk ke kotak penalti. Bersama Daniel James, Rashford membuka ruang dan opsi melebar bagi Martial. Padu-padan inilah yang menjaga lini serang United tidak dapat diremehkan begitu saja.

"Fans labil itu tidak dapat melihat sepak bola sesuai konteks. Saya tidak mengada-ada soal kualitas Martial. Saya ini 'kan hidup dari sepak bola, saya pemain bola," tegas Deeney.

Kualitas Martial itu membantu Manchester United masuk lima besar sementara Premier League 2019/20 dengan 45. Pertanyaan terbesar sekarang bukan bisa atau tidaknya United masuk ke zona Liga Champions, tetapi kapan liga dimulai lagi.

Begitulah, pandemi COVID-19 memaksa Premier League ditangguhkan sampai waktu yang tidak ditentukan.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!

loading...

***

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi uang tunai Rp50.000.000. Buruan daftar di sini.

Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan