Bola & Sports
3 Juni 2020 16:12

PSMS Medan Pertanyakan Dana Subsidi untuk Klub Liga 2

PSMS Medan Foto: ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Selain menggelar rapat virtual dengan klub Liga 1, PSSI juga mengadakan pertemuan dengan klub Liga 2 pada Senin (2/6/2020). Dalam pertemuan itu, dihasilkan beberapa wacana soal kelanjutan Liga 2.

Wacana yang muncul adalah Liga 2 rencananya akan digelar kembali pada Oktober. Selain itu, kemungkinan tidak akan ada degradasi di Liga 2 musim ini dan dua klub akan promosi ke Liga 1 musim depan.

Bukan cuma itu, perubahan format kompetisi juga akan terjadi di Liga 2 musim ini. Jadi, setiap tim akan dibagi ke dalam empat grup, dan masing-masing grup akan berisi enam klub. Subsidi per termin juga akan bertambah menjadi Rp200 juta.

Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja, mengaku bahwa PSMS menyepakati arahan dari Ketua Umum PSSI ini. Namun, ada satu hal yang ia pertanyakan, yakni masalah subsidi.

"Kami minta hitam di atas putih (soal subsidi). Kami menunggu dulu-lah bagaimana ceritanya nanti, katanya mau ada rapat Exco dengan Ketua Umum untuk memutuskan," ujar Julius kepada para pewarta.

Para pemain PSMS merayakan gol (ilustrasi). Foto: Septianda Perdana/ANTARA

"Kalau hasilnya nanti tidak memuaskan, kami akan menggelar rapat sendiri khusus klub-klub Liga 2 nanti," tambahnya.

Julius mengungkapkan bahwa dalam rapat virtual yang digelar Senin (2/6), PSSI melontarkan saran soal penambahan subsidi. Jadi, subsidi per termin bagi klub Liga 2 naik dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta.

Namun, masih dalam rapat virtual tersebut, Direktur Keuangan LIB, Rudy Kangdra, malah mengungkapkan jika LIB tidak lagi memiliki biaya. Alhasil, penambahan subsidi ini baru akan dibayarkan pada Oktober. Hal ini sedikit dikritisi oleh Julius.

"Ceritanya, Oktober nanti (LIB) mau bantu Rp200 juta yang akan diberikan selama tiga bulan. Pertanyaannya bagaimana klub menggaji pemain pas April, Mei, Juni, Juli, Agustus, sampai September? Bagaimana itu?" ujarnya.

Julius pun meminta agar LIB berkomitmen kepada Liga 2 soal pemberian subsidi. Awalnya, sebelum musim 2020, klub-klub Liga 2 dijanjikan akan diberikan subsidi sebesar Rp1,15 miliar.

Sekretaris PSMS Medan, Julius Raja (kanan). Foto: Ferry Adi/kumparan

Berdasarkan hitung-hitungan Julius, jika memang nanti ada kenaikan subsidi menjadi Rp200 juta, maka setiap klub total akan mendapatkan subsidi Rp1,45 miliar. Saat ini, klub-klub baru menerima subsidi termin pertama sebesar Rp250 juta.

Berarti, total ada Rp1,2 miliar yang masih harus dibayarkan LIB ke klub-klub Liga 2. Ia pun menyarankan agar pembayaran ini diselesaikan lebih dulu dengan cara dicicil per bulan.

"Persoalannya sekarang, bayar saja dulu yang tiga bulan itu (subsidi untuk April sampai Juni), nanti tiga bulan lagi, Juli, Agustus, dan September, dibayar Rp300 juta lagi," ujar Julius.

"Ceritanya tadi (subsidi) ditambah. Jadi keterangan Yunus Nusi (Plt Sekjen PSSI) dengan Direktur Keuangan LIB (Rudy Kangdra) tidak pas. Kok dapat angka sembilan bulan Rp900 juta, masing-masing dapat Rp100 juta, mulai April, Mei, dan Juni, total Rp300 juta bayar dulu lah," tambahnya.

Bukan tanpa sebab Julius mengutarakan masalah subsidi ini. Menurutnya, sejak kompetisi dihentikan, klub-klub Liga 2 mengalami kesulitan finansial. Di sisi lain, mereka harus menunaikan kewajiban gaji kepada pemain dan pelatih.

Read more!

"Pertanyaannya, yang bayar gaji pemain itu siapa? Klub. Kalau klub tidak bayar pemain, dapat sanksi kan? Kita mati-matian cari uang bayar gaji pemain, sekarang kami dalam posisi sulit, mana ada klub yang hebat," ujar Julius.

"Kita sudah bayar gaji pemain ketika tidak ada kompetisi, kami cari pinjaman sana-sini, kita jalankan komitmen, PSSI dan PT LIB juga jalankan komitmen dong. Jangan nanti klub kena sanksi karena tidak bayar gaji pemain," tambahnya.

Rencananya, dalam waktu dekat PSSI akan menggelar rapat dengan Komite Eksekutif. Selain menentukan masa depan Liga 1, rapat ini juga akan memutuskan bagaimana nasib dari Liga 2 2020.

===

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

loading...

Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan