Bola & Sports
30 Maret 2020 3:55

Xavi Hernandez Beri Isyarat Siap Latih Barcelona

Xavi Hernandez memimpin Al-Sadd di Piala Dunia Antarklub 2019. Foto: AFP/Karim Jaafar

Januari lalu, Xavi Hernandez menolak tawaran Barcelona untuk mengisi kursi pelatih. Menurutnya, tawaran itu datang di saat yang tak tepat. Barcelona pun akhirnya memilih Quique Setien sebagai pengganti Ernesto Valverde. Sementara Xavi, melanjutkan pekerjaannya sebagai arsitek klub Qatar, Al Sadd.

Menariknya, Xavi belum lama ini mengutarakan keinginannya untuk membesut Barcelona. Kepada La Vanguardia, Xavi menyiratkan bahwa sekarang dia telah siap untuk melatih Blaugrana.

"Jelas bahwa saya ingin kembali ke Barcelona, itu memberi saya banyak kegembiraan. Sekarang saya telah melihat diri saya menjadi pelatih, saya pikir saya bisa membawa banyak hal positif kepada para pemain," kata Xavi.

"Tetapi saya menjelaskan kepada mereka bahwa saya ingin memulai proyek yang dimulai dari nol --di mana pengambilan keputusan berada di tangan saya."

Xavi Hernandez tolak tawaran Barcelona untuk gantikan Ernesto Valverde. Foto: Reuters/Kai Pfaffenbach

Untuk aspek manajemen, Xavi memang merupakan sosok ideal buat Barcelona. 18 tahun lamanya dia mengabdi dan jadi pemain yang paling banyak tampil buat El Barca dengan 767 pertandingan. Sumbangsih trofinya juga menyentuh angka 25.

Oh, iya, jangan lupa kalau Xavi pernah mengemban ban kapten selepas Carles Puyol pensiun pada 2014. Itulah mengapa Xavi menginginkan kebebasan andai dia menjabat sebagai pelatih Barcelona. Alasannya, ya, demi mengembalikan identitas klub.

Toleh saja betapa minimnya alumni La Masia di skuat Barcelona musim ini. Terhitung cuma Messi, Gerard Pique, Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Sergi Roberto yang masuk sebagai pemain reguler. Satu-satunya harapan baru Barcelona, ya, cuma Ansu Fati.

Pelatih Barcelona, Quique Setien. Foto: LLUIS GENE / AFP

Selain itu, performa Barcelona bersama Setien juga tak cukup stabil. Lionel Messi cs. sudah menelan dua kekalahan di La Liga --termasuk takluk 0-2 dari Real Madrid di El Clasico. Itu belum termasuk dengan kekalahan dari Athletic Bilbao di Copa del Rey.

Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan